(Taiwan, ROC) —- Presiden ke-16, William Lai (賴清德), dan Wakil Presiden, Hsiao Bi-khim (蕭美琴), akan dilantik pada Senin besok, 20 Mei 2024. William Lai akan menyampaikan pidato pelantikan dengan tema "Membangun Taiwan yang Demokratis, Damai, dan Makmur", yang mencakup kebijakan untuk memprioritaskan rakyat dan negara dalam mendorong kebijakan dan undang-undang.
Taiwan akan menjadi "MVP dunia demokrasi" melalui diplomasi berbasis nilai, guna menjalin hubungan dengan sekutu yang memiliki paham serupa. Taiwan akan terus menjadi pendorong perdamaian dan stabilitas regional, serta menunjukkan niat baik untuk kerja sama lintas selat yang konkret, dengan tetap mempertahankan status quo secara tegas dan mengejar perdamaian demi kemakmuran bersama.
Ini menandai awal dari masa jabatan ketiga Partai Progresif Demokratik (DPP) di tubuh pemerintahan Republik Tiongkok. Diketahui bahwa pidato pelantikan William Lai akan melanjutkan nada dari pidato kemenangannya pada 13 Januari 2024, dengan menguraikan perjalanan demokrasi Taiwan yang telah melalui pemeriksaan ketat oleh rakyat.
William Lai akan memimpin tim pemerintah "melanjutkan warisan dan menyambut masa depan", terus maju dengan mantap di jalan yang benar. Secara keseluruhan, tim pemerintah yang baru akan menunjukkan sikap dasar yang stabil, percaya diri, bertanggung jawab, dan bersatu.
Dalam pidatonya, William Lai akan menyatakan bahwa ia dan tim pemerintahnya akan bertumpu pada pencapaian pemerintahan selama delapan tahun terakhir, mengikuti "Empat Keteguhan" dari Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan "Empat Pilar Perdamaian" yang ia janjikan kepada rakyat Taiwan, menerapkannya dalam tindakan konkret untuk memimpin Taiwan menuju masa depan yang stabil dan dapat diandalkan.
Dalam urusan regional dan lintas selat, William Lai juga akan menegaskan kebijakan untuk tetap mempertahankan status quo dan menunjukkan niat baik untuk bersama-sama mengejar perdamaian serta kemakmuran bersama.
Pidato pelantikan Presiden ke-16,William Lai, akan terdiri dari tiga bagian utama. Bagian pertama berjudul "Mengutamakan Kepentingan Rakyat, Memprioritaskan Negara, Mengapresiasi Dukungan untuk Pemulihan Bencana Gempa Hualien".
William Lai akan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Tsai Ing-wen atas kepemimpinan delapan tahun terakhir yang telah mendorong kemajuan sosial dan keberhasilan dalam penanganan pandemi. Dia juga akan menekankan bahwa dirinya akan melanjutkan warisan ini dengan sikap yang percaya diri, stabil, dan bertanggung jawab, mempersatukan Taiwan untuk terus maju di jalan yang benar.
Menghadapi situasi parlemen (Yuan Legislatif) yang tidak didominasi oleh satu partai, William Lai akan menyatakan bahwa dalam mendorong kebijakan dan undang-undang, dirinya akan selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan negara. Dia juga akan mengajak tim pemerintah untuk mengedepankan tindakan dan inovasi, yang mana tentunya sesuai dengan harapan rakyat.
Selain itu, Lai Ching-te akan mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak, baik dalam maupun luar negeri, yang telah menunjukkan perhatian dan memberikan bantuan terkait gempa Hualien yang terjadi pada bulan April kemarin. Dia akan menegaskan bahwa pemerintah akan bekerja keras untuk melanjutkan upaya pemulihan dan rekonstruksi pasca bencana, demi menstabilkan kehidupan masyarakat yang terdampak.
Bagian kedua berjudul "Memperkuat Ketahanan Demokrasi, Menggabungkan Sekutu Demokratis, dan Terus Berkontribusi pada Perdamaian dan Stabilitas Regional". William Lai akan berbicara tentang perjalanan demokrasi Taiwan, menyoroti aksi-aksi terkait persatuan demokratis, pemerintahan demokratis, dan perdamaian demokratis.
Dirinya berkomitmen untuk terus mendorong hak-hak sipil bagi pemuda berusia 18 tahun guna memperkuat ketahanan demokrasi Taiwan. Dalam konteks global, William Lai akan melanjutkan tema kampanyenya dengan menjadikan Taiwan "MVP Dunia Demokrasi" melalui diplomasi berbasis nilai untuk menjalin hubungan dengan sekutu yang memiliki paham serupa dalam menghadapi tekanan militer dan diplomatik dari Tiongkok.
Menghadapi serangan hukum yang dilancarkan Tiongkok terhadap Taiwan di arena internasional, yang juga menarik perhatian besar dari komunitas internasional, William Lai akan menegaskan bahwa Taiwan akan terus menjadi pendorong perdamaian dan stabilitas regional, berdiri bersama dunia demokratis sebagai anggota komunitas global yang tak tergantikan.
Bagian ketiga berjudul "Berperan Aktif dalam Kontribusi Global, Tetap Teguh Mempertahankan Status Quo, Mengejar Perdamaian dan Kemakmuran Lintas Selat". William Lai akan berbicara tentang pentingnya perdamaian di Selat Taiwan sebagai elemen kunci dalam perkembangan global yang stabil dan konsensus internasional yang tinggi.
Dia akan menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kondisi Taiwan yang demokratis, damai, dan makmur, serta mengembangkan "Lima Industri Kepercayaan", termasuk AI dan industri semikonduktor, mendukung usaha kecil dan menengah, serta mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Karena peran penting Taiwan dalam ekonomi global dan stabilitas geopolitik, William Lai akan menyatakan niat baik yang konkret untuk kerja sama lintas selat, dengan tetap mempertahankan status quo secara tegas, mengajak kedua belah pihak untuk mengejar perdamaian dan kemakmuran bersama.