History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Profil Wakil Presiden ROC ke-16, Hsiao Bi-khim, Sosok Pekerja Keras yang Mencintai Bumi Formosa

  • 20 May, 2024
  • 尤繼富
Profil Wakil Presiden ROC ke-16, Hsiao Bi-khim, Sosok Pekerja Keras yang Mencintai Bumi Formosa
Profil Wakil Presiden ROC ke-16, Hsiao Bi-khim, Sosok Pekerja Keras yang Mencintai Bumi Formosa 圖/蕭美琴 臉書

(Taiwan, ROC) --- Hsiao Bi-khim (蕭美琴) (dalam bahasa Inggris: Louise Hsiao, lahir 7 Agustus 1971) adalah seorang politisi Taiwan dari Partai Progresif Demokratik (DPP). Ia adalah Wakil Presiden Taiwan, setelah sebelumnya menjabat sebagai Perwakilan Taiwan untuk Amerika Serikat, Konsultan Dewan Keamanan Nasional, Wakil Ketua Federasi Liberal Internasional, Sekretaris Jenderal Aliansi Demokratik dan Liberal untuk Asia, Direktur Departemen Urusan Internasional DPP, dan empat kali anggota Yuan Legislatif.

Hsiao Bi-khim juga merupakan satu-satunya pejabat terpilih DPP yang berhasil meraih lebih dari setengah suara di Kabupaten Hualien. Sejak tahun 2008, ia menjadi penasihat untuk Institut Proyek 2049. Pada tahun 2020, ia diangkat sebagai Perwakilan Taiwan untuk Amerika Serikat.

Pada 20 November 2023, Hsiao Bi-khim mengundurkan diri dari Kementerian Luar Negeri untuk mengikuti pemilihan Presiden Taiwan 2024, berpasangan dengan kandidat Presiden DPP, William Lai (賴清德) sebagai calon Wakil Presiden, dan terpilih pada 13 Januari 2024.

undefined

Hsiao Bi-khim (蕭美琴) 圖/維基百科

Latar Belakang

Hsiao Bi-khim lahir di Kota Kobe, Jepang. Ayahnya, Hsiao Ching-fen (蕭清芬), berasal dari Tainan dan pernah menjabat sebagai Kepala Seminari Teologi Tainan. Sementara ibunya, Peggy Cooley, adalah seorang Amerika Serikat keturunan Eropa. Ibunya pernah menjadi guru musik di Seminari Teologi Tainan dan belajar bahasa Taiwan dengan menggunakan sistem romanisasi hingga fasih.

Hsiao Bi-khim tumbuh di Kota Tainan, bersekolah di Sekolah Dasar yang berafiliasi dengan Sekolah Tinggi Guru Tainan, dan kemudian di Houjia Junior High School. Setelah lulus SMP, ia pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya, tetapi tetap mengikuti ujian masuk sekolah menengah atas di Taiwan atas dorongan gurunya, dan akhirnya diterima di Sekolah Menengah Atas Wanita Tainan.

Hsiao Bi-khim kemudian melanjutkan pendidikan di Montclair High School di New Jersey. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan studi di Oberlin College, dengan jurusan Studi Asia Timur. Selama kuliah, ia bekerja sebagai asisten di Pusat Studi Asia Timur di Perpustakaan Universitas Oberlin dan memperoleh gelar sarjana pada tahun 1993 dengan tesis berjudul "Women and Taiwanese Nationalism 女性與台灣民族主義".

Pada tahun ketiga kuliahnya, Hsiao Bi-khim menulis surat kepada Annette Lu (呂秀蓮), kemudian cuti satu semester untuk bekerja sebagai asistennya di Taiwan, juga bekerja sebagai sekretaris di Taiwan International Alliance di New York yang didirikan oleh Annette Lu, serta menjadi sukarelawan di kantor pusat DPP.

Selama masa kuliahnya, Hsiao Bi-khim aktif dalam isu-isu gender, ras, kelas, dan keadilan sosial, serta bergabung dengan berbagai organisasi seperti International Studies Club dan Feminist Society, termasuk magang di Public Affairs Association of Taiwan.

Setelah lulus dari Oberlin College, ia melanjutkan studi di Columbia University, mengambil program magister ilmu politik, dan bekerja sebagai asisten pengajar di Pusat Studi Wanita dan Gender Columbia University, dan lulus pada tahun 1995.

台灣戰貓」蕭美琴多元成長背景深具本土意識

Hsiao Bi-khim (tengah) ketika masih kecil, berfoto dengan ibunda Peggy Cooley (kiri) dan ayah  Hsiao Ching-fen (kanan). 圖/華視新聞

Pekerjaan Awal dalam Politik

Selama masa studinya, Hsiao Bi-khim bertemu dengan Sisy Chen (陳文茜), yang sedang belajar di New York Society College. Setelah lulus dengan gelar magister pada bulan Maret 1995, ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Kantor Perwakilan DPP di Amerika Serikat. Pada tahun 1996, atas rekomendasi Sisy Chen, Hsiao Bi-khim pun diangkat sebagai Wakil Direktur Departemen Urusan Internasional DPP, dan pada tahun 1997, ia naik menjadi Direktur, menjadikannya salah satu pejabat termuda di DPP. Ia memegang posisi ini hingga tahun 2006.

Hsiao Bi-khim terlibat dalam kampanye pemilihan presiden Chen Shui-bian (陳水扁), menjabat sebagai Direktur Departemen Urusan Internasional di markas kampanye selama dua periode pemilu, serta Wakil Ketua Tim Pemuda pada pemilu tahun 2000. Setelah Chen Shui-bian terpilih sebagai presiden pada tahun 2000, Hsiao Bi-khim menjabat sebagai Penasihat Presiden, Sekretaris Bahasa Inggris Presiden, dan penerjemah pribadi, kemudian sebagai Konsultan di Dewan Urusan Daratan Tiongkok Yuan Eksekutif.

蕭美琴Bi-khim Hsiao - 跟風一下,曬高中畢業照!當時#Oberlin College 大學 的招生口號:「一個人可以改變世界」吸引了我;18歲那年,很天真,但是也很認真很熱情的開始接觸國際政治和社會政治正義議題,也開啟了一條時而精彩時而崎嶇的熱血政治路。  社會的進步,少不了更 ...

Hsiao Bi-khim saat melanjutkan studi di Oberlin College, dengan jurusan Studi Asia Timur. 圖/蕭美琴 臉書

Anggota Yuan Legislatif

Pada tahun 2001, Hsiao Bi-khim terpilih sebagai anggota legislatif yang mewakili komunitas Tionghoa Perantauan. Pada tahun 2002, ia melepaskan kewarganegaraan Amerika Serikatnya dan mengajukan permohonan kartu identitas Taiwan untuk mendapatkan kewarganegaraan Taiwan.

Dari tahun 2006 hingga 2007, DPP mengalami insiden "十一寇事件 Shíyī kòu shìjiàn", di mana Hsiao Bi-khim, Fan Sun-lu (范巽綠), dan beberapa anggota lainnya menjadi target serangan dari pendukung garis keras di dalam partai.

Hsiao juga dihina dalam video kontroversial "Laporan Luar Biasa 2007 Edisi Pertama", yang menyebutnya dengan sebutan menghina "Hsio Bi-khim Tiongkok". Pada 17 Mei 2007, hasil pemilihan pendahuluan internal DPP untuk anggota Yuan Legislatif diumumkan, dan Hsiao Bi-khim kalah dengan perolehan 41,03% suara, di bawah Wang Shih-cheng (王世堅) yang mendapatkan 46,22%, sehingga gagal menjadi calon DPP di Distrik Pemilihan Kedua Kota Taipei.

Wang Shih-cheng akhirnya juga kalah dari kandidat petahana Justin Chou (周守訓) dengan selisih 10.000 suara, dan kembali menjabat sebagai anggota Dewan Kota Taipei pada akhir tahun 2010.

Pada tahun 2010, DPP mengajukan Hsiao Bi-khim untuk pemilihan tambahan anggota Yuan Legislatif di Kabupaten Hualien. Pada 27 Februari 2010, dalam pemilihan tambahan tersebut, Hsiao Bi-khim memperoleh 33.249 suara, kalah dari Wang Ting-son (王廷升) dari KMT yang mendapatkan 39.379 suara dengan selisih sekitar 6.000 suara, tetapi meningkatkan perolehan suara DPP menjadi 40%.

Meskipun mengalami kekalahan, Hsiao Bi-khim tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan basis dukungan di Hualien dengan membuka kantor layanan.

Hsiao Bi-khim memulai karier politiknya dari seorang penerjemah bahasa Inggris - Mandarin 圖/今日新聞

Dalam pemilihan anggota Yuan Legislatif tahun 2012, Hsiao Bi-khim terpilih sebagai anggota legislatif non-dapil, menduduki posisi ketujuh dalam daftar nasional DPP. Meskipun gagal memenangkan kursi di Hualien, ia berhasil terpilih sebagai anggota Yuan Legislatif non-dapil dan terus bekerja di Hualien.

Pada tahun 2015, DPP mengajukan Hsiao Bi-khim untuk pemilihan legislatif kesembilan di Distrik Pemilihan Hualien, di mana ia berhasil mengalahkan Wang Ting-son dari KMT dengan 53,77% suara, menjadi anggota Yuan Legislatif pertama dari DPP yang memenangkan kursi di Hualien sejak diterapkannya sistem dua suara untuk satu distrik. Kemenangan ini juga menandai pertama kalinya DPP memenangkan mayoritas suara di Hualien.

Pada Januari 2020, Hsiao Bi-khim kalah tipis dari mantan Bupati Hualien, Fu Kun-chi (傅崐萁), yang dikenal sebagai "Raja Hualien". Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai anggota Yuan Legislatif, Hsiao Bi-khim mendampingi Wakil Presiden terpilih Taiwan, William Lai, dalam kunjungan ke Amerika Serikat pada awal Februari, yang merupakan kunjungan tingkat tertinggi dari Taiwan ke Amerika Serikat dalam 41 tahun terakhir.

Pada akhir Februari, kantornya di Hualien resmi ditutup, dan pada 21 Juni 2020, lima bulan setelah pemilu, ia resmi mengakhiri 10 tahun masa jabatannya di Hualien dan bersiap untuk memulai tugas barunya di Amerika Serikat.

Fokus pada Hak Asasi Manusia di Tibet

Pada bulan Juni 2012, Hsiao Bi-khim menyatakan bahwa banyak parlemen di seluruh dunia telah membentuk organisasi yang peduli terhadap Tibet (juga dikenal sebagai Tubo). Oleh karena itu, ia mengajak rekan-rekan legislatifnya untuk bersama-sama mendirikan "Kelompok Sahabat Tibet di Legislatif", yang terdiri dari anggota lintas partai yang terus mengamati isu-isu terkait Tibet dan memberikan dukungan kepada pemerintahan Tibet di pengasingan yang baru terpilih, dan Perdana Menteri pertama mereka, Lobsang Sangay.

Hsiao Bi-khim menekankan bahwa Tibet mengalami tekanan yang lebih keras dari Tiongkok dibandingkan Taiwan, yang menyebabkan banyak orang Tibet yang tidak tahan dengan penindasan, akhirnya melakukan aksi bakar diri sebagai bentuk protes. Ia berharap masyarakat Taiwan dapat lebih peduli terhadap kebebasan dan hak asasi manusia di Tibet.

undefined

Hsiao Bi-khim yang aktif membela HAM warga Tibet. 圖.維基百科

Sidang Interpelasi Yuan Legislatif dalam Bahasa Inggris

Pada tanggal 26 Desember 2012, perwakilan Taiwan di Amerika Serikat, King Pu-tsung (金溥聰), untuk pertama kalinya menghadiri sidang di Yuan Legislatif. Hsiao Bi-khim yang di kala itu menjabat anggota Yuan Legislatif dari partai DPP, mengajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris, tetapi King Pu-tsung yang juga berpendidikan di Amerika Serikat bersikeras menggunakan bahasa Mandarin dalam sidang parlemen, yang akhirnya menghasilkan situasi tanya jawab dalam dua bahasa.

Gerakan Bunga Matahari

Selama Gerakan Bunga Matahari pada 18 Maret 2014, Hsiao Bi-khim bersama dengan anggota legislatif DPP lainnya, Wu Ping-jui (吳秉叡) dan Wu Yi-chen (吳宜臻), turut serta dalam protes menentang upaya Partai Kuomintang (KMT) untuk mengajukan perjanjian perdagangan layanan lintas selat ke sidang pleno Yuan Legislatif. Mereka melakukan aksi duduk dan berpuasa selama 70 jam sebagai bentuk protes.

Kesetaraan Pernikahan LGBTQ+

Hsiao Bi-khim telah lama mendukung hak-hak LGBTQ+, termasuk mendorong undang-undang pernikahan sesama jenis pada tahun 2006. Namun, karena kontroversi sosial yang masih besar saat itu, usulan tersebut ditolak oleh Yuan Legislatif yang dikendalikan oleh KMT (beberapa anggota legislatif DPP juga menentang).

Hsiao Bi-khim terus mendukung dan mendorong "kesetaraan pernikahan", dengan menyatakan bahwa pernikahan bukan hanya hubungan antara dua orang atau sebuah upacara, tetapi juga mencerminkan bagaimana orang dalam hubungan tersebut dipandang oleh masyarakat.

Ia berpendapat bahwa bahkan dua orang dengan jenis kelamin yang sama memiliki nilai yang setara dan harus memiliki hak, martabat, dan kebebasan yang sama.

Hsiao Bi-khim percaya bahwa jika masyarakat dapat menghadapi isu kesetaraan pernikahan dengan sikap yang lebih terbuka, inklusif, dan menghormati, hak-hak komunitas LGBTQ+ di Taiwan akan diakui dan diterima, menjadikan masyarakat lebih beragam dan penuh warna.

支持婚姻平權蕭美琴:立場10年來不曾改變- 政治- 自由時報電子報

圖/自由時報

Perwakilan Taiwan di Amerika Serikat

Hsiao Bi-khim mencalonkan diri dalam pemilihan pilkada pada tahun 2020, tetapi kalah dari mantan Bupati Hualien, Fu Kun-chi. Setelah kekalahan tersebut, ia ditunjuk sebagai anggota penasihat Dewan Keamanan Nasional.

Pada bulan Juni 2020, Istana Kepresidenan mengumumkan penunjukan Hsiao Bi-khim sebagai Perwakilan Taiwan di Amerika Serikat, menjadikannya wanita pertama yang memegang posisi tersebut, dan penunjukannya diterima oleh Amerika Serikat.

Pada tanggal 20 September 2020, Hsiao Bi-khim menambahkan deskripsi "Duta Besar Taiwan untuk AS" di akun Twitter-nya (meskipun secara resmi tidak ada hubungan diplomatik antara Taiwan dan Amerika Serikat, sehingga secara internasional tidak bisa menggunakan istilah "duta besar"). Presiden Tsai Ing-wen menegaskan bahwa apapun gelar Hsiao Bi-khim, Kantor Perwakilan Taiwan di AS akan tetap berada dalam kondisi terbaik.

Selama masa jabatannya, pada tahun 2021, Hsiao Bi-khim diundang oleh "Komite Gabungan Kongres untuk Pelantikan" (JCCIC) Amerika Serikat untuk mewakili pemerintah Taiwan menghadiri upacara pelantikan Presiden baru Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris.

Hsiao Bi-khim terpilih sebagai salah satu dari delapan orang paling penting tahun 2021 oleh Bloomberg, dan dipuji oleh Direktur AIT, Sandra Oudkirk, atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan Taiwan-AS. Dia juga dipuji oleh The New York Times sebagai salah satu duta besar (tokoh perwakilan) paling berpengaruh di Washington.

Pada akhir Maret 2021, Hsiao Bi-khim bertemu dengan mantan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, di Twin Oaks Estate. Pada tanggal 2 Februari 2023, selama kunjungan Ketua Yuan Legislatif, You Si-kun (游錫堃) ke AS, Hsiao Bi-khim terlihat memasuki kantor Ketua DPR AS, Kevin McCarthy.

Pada tanggal 20 November 2023, setelah kembali ke Taiwan dari pertemuan APEC, Hsiao Bi-khim mengajukan pengunduran dirinya kepada Menteri Luar Negeri Joseph Wu, untuk mengikuti pemilihan dalam pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024.

undefined

Hsiao Bi-khim saat menjabat Ketua Perwakilan ROC untuk Amerika Serikat. 圖/維基百科

 

Masuk Daftar Hitam Tiongkok

Setelah kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan pada tahun 2022, Hsiao Bi-khim menjadi sasaran kritik dari Kantor Urusan Taiwan Dewan Tiongkok. Pada tanggal 16 Agustus 2022, Hsiao Bi-khim muncul dalam daftar terbaru "elemen separatis Taiwan" yang diumumkan oleh Xinhua News Agency.

Beberapa politisi dari partai DPP memuji tindakan tersebut sebagai suatu kehormatan bagi Hsiao Bi-khim, termasuk Wakil Sekretaris Jenderal Istana Kepresidenan  Alex Huang (黃重諺) dan anggota Yuan Legislatif Lin Chun-hsien (林俊憲).

Setelah pertemuan antara Tsai Ing-wen dengan McCarthy pada tanggal 7 April 2023, juru bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Tiongkok mengumumkan sanksi lebih lanjut terhadap Hsiao Bi-khim, yang berbunyi, "Melarang Hsiao Bi-khim dan keluarganya memasuki Tiongkok, Hong Kong, dan Makau, serta melarang sponsor dan perusahaan terkaitnya berkolaborasi dengan organisasi atau individu di Tiongkok".

Kandidat Wakil Presiden

Pada awal tahun 2023, ketika Wakil Presiden William Lai dicalonkan oleh DPP sebagai calon presiden untuk pemilihan tahun 2024, Hsiao Bi-khim, dengan pengalaman diplomatik yang luas dan jaringan hubungan yang luas, dianggap sebagai kandidat kuat untuk posisi wakil presiden.

Pada bulan November 2023, media melaporkan bahwa Hsiao Bi-khim akan kembali ke Taiwan setelah menghadiri KTT APEC di Amerika Serikat dan secara resmi dicalonkan oleh DPP sebagai calon wakil presiden, yang akhirnya dikonfirmasi pada tanggal 20 November 2023.

Selama kampanye, Partai Kuomintang (KMT) berpendapat bahwa Hsiao Bi-khim tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri karena dia telah melepaskan kewarganegaraan AS dan mengajukan permohonan kembali untuk mendapatkan kewarganegaraan Republik Tiongkok.

Partai DPP dan Hsiao Bi-khim sendiri membantah klaim tersebut. Menurut Undang-Undang Kependudukan, Hsiao Bi-khim tidak memiliki kartu tanda penduduk Taiwan karena tinggal di luar negeri dalam waktu lama. Namun, karena ayahnya adalah warga negara Republik Tiongkok dan Hukum Kewarganegaraan Taiwan menerapkan prinsip jus sanguinis, maka dia tetap berkewarganegaraan Republik Tiongkok.

Pada awal Desember 2023, Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemilihan Umum Pusat menyatakan bahwa Hsiao Bi-khim memenuhi syarat untuk mencalonkan diri.

Hsiao Bi-khim dan William Lai kemudian memenangkan pemilihan dengan sekitar 40% suara, memecahkan "kutukan delapan tahun" di Taiwan di mana partai yang berkuasa tidak pernah bisa memerintah selama tiga periode berturut-turut. Setelah pemilu, DPP menyadari penurunan dukungan dari pemilih muda dan mulai berkomunikasi dengan mereka melalui akun Instagram dan Threads.

Menurut laporan media Ceko, Seznam Zpravy, selama kunjungan Hsiao Bi-khim ke Ceko pada pertengahan Maret 2024, konvoi polisi Ceko yang mengawalnya dari bandara ke pusat kota Praha mendapati ada kendaraan yang mengikuti mereka.

Kendaraan tersebut menerobos lampu merah dan dihentikan oleh polisi Ceko, dan ditemukan bahwa pengemudi adalah seorang diplomat dari bagian militer Kedutaan Besar Tiongkok di Ceko.

Komentar

Terbarumore