(Taiwan, ROC) --- Saat ini, virus yang merajalela membuat anak-anak sulit terhindar dari penularan. Sering kali satu anggota keluarga sakit, maka seluruh keluarga ikut tertular. Dokter spesialis anak, Chen Hsin-hung (陳信宏), menyatakan bahwa beberapa pasien yang baru-baru ini muncul menunjukkan gejala demam tinggi dan batuk parah.
Setelah diperiksa, mayoritas dari mereka terdiagnosis terinfeksi virus "hMPV". Ia juga mengungkapkan bahwa virus penyebab demam tertinggi saat ini adalah influenza, adenovirus, dan virus COVID-19. Ia mengingatkan pentingnya melakukan “tes antigen cepat” saat demam, agar diagnosis tepat dan pengobatan sesuai.

圖/TVBS
Chen Hsin-hung berbagi melalui halaman Facebook bahwa beberapa pasien yang menunjukkan gejala demam tinggi yang tidak kunjung reda dan batuk parah, setelah melakukan “tes antigen cepat”, mereka terkonfirmasi terinfeksi virus "human metapneumovirus" (hMPV).
Ia juga mengingatkan bahwa dengan melakukan “tes antigen cepat”, maka diagnosis dapat dilakukan dengan tepat dan pengobatan dapat dilakukan dengan cepat.
Apa itu Human Metapneumovirus (hMPV)?
Menurut data yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, dan Rumah Sakit Anak Chang Gung, virus hMPV adalah virus pernapasan jenis baru yang ditemukan oleh peneliti Belanda pada tahun 2001. Gejala klinisnya mirip dengan infeksi virus respiratori syncytial (RSV), yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas dan bawah.
Virus ini menyebar terutama melalui kontak langsung dengan sekresi pernapasan atau melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Anak-anak, terutama balita dan bayi, serta orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, lebih rentan terhadap infeksi ini.

圖/ETtoday
Kelompok Berisiko Tinggi
Infeksi hMPV pada bayi, anak kecil, individu dengan sistem kekebalan yang lemah, dan pasien dengan penyakit kronis dapat menyebabkan infeksi yang parah, bahkan hingga kegagalan pernapasan.
Gejala Umum
Gejala klinis yang paling umum dari infeksi hMPV adalah batuk dan hidung tersumbat.
Sebelumnya, Dokter Chen Hsin-hung telah menyarankan bahwa demam harus segera diperiksa menggunakan "tes antigen cepat" agar dapat "diobati sesuai dengan gejalanya".