(Taiwan, ROC) --- Pada Jumat hari ini (17/5), sidang Yuan Legislatif dijadwalkan akan membahas usulan reformasi legislatif yang diajukan oleh partai KMT (Kuomintang) dan TPP (Taiwan People’s Party).
Dalam usaha merebut urutan prioritas pengajuan, terjadi bentrokan fisik yang hebat antara anggota legislator dari berbagai partai di pintu masuk ruang sidang, yang menyebabkan dorong-dorongan yang serius.
Pada akhirnya, anggota legislator dari KMT dan TPP berhasil menduduki podium, berusaha memastikan agar sidang dapat berjalan lancar.

Dalam persiapan menghadapi pembahasan reformasi legislatif, fraksi partai KMT dan DPP di Yuan Legislatif telah melakukan mobilisasi penuh. Semenjak Rabu kemarin (15/5), anggota legislator dari partai KMT dan TPP telah berjaga di depan gedung Yuan Legislatif, siap untuk merebut hak prioritas pengajuan usulan pada Jumat pagi hari ini, pukul 07:00.
Ketua Koordinator Fraksi Partai KMT di Yuan Legislatif, Fu Kun-chi (傅崐萁), memimpin anggota legislator KMT dalam upacara sumpah di depan ruang sidang pagi hari ini. Dia menyatakan bahwa partai berkuasa telah mengatakan akan menggunakan segala cara yang paling keras dalam sejarah untuk menciptakan konflik. Dan KMT sudah bersiap sejak pukul 06:00 pagi.
Fu Kun-chi menegaskan bahwa amanah rakyat akan diperjuangkan hingga tuntas, dengan tujuan agar usulan reformasi legislatif dapat disahkan dalam pembacaan ketiga.
Fu Kun-chi menambahkan bahwa KMT bersatu padu hari ini, dengan semangat yang didorong oleh amanah rakyat. Mereka siap menanggung segala beban dan berdiri menghadapi partai penguasa serta serangan dari media sosial dan tekanan hukum.
Selama hal ini dapat membuat masa depan lebih baik dan menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi berikutnya, mereka akan terus berjuang sampai akhir.

Ketua Koordinator Fraksi Partai DPP (Partai Progresif Demokratik) di Yuan Legislatif, Ker Chien-ming (柯建銘), dalam wawancara sebelumnya menyatakan bahwa kemungkinan terjadi bentrokan serius di Yuan Legislatif.
Ker Chien-ming mengimbau Ketua Yuan Legislatif, Han Kuo-yu (韓國瑜), untuk memainkan peran kunci dan menjaga garis pertahanan terakhir, serta menolak tekanan dari KMT dan TPP.
"Kamu bukan ketua legislatifnya KMT atau TPP, kamu adalah ketua legislatifnya parlemen," demikian tutur Ker Chien-ming.
Ker Chien-ming menjelaskan bahwa KMT dan TPP menggunakan mayoritas mereka di parlemen untuk mendesak hingga akhir, termasuk mengambil paksa RUU untuk pembacaan kedua, dan membatasi waktu bicara di dalam rapat komite.
RUU reformasi legislatif mereka juga tidak mengizinkan versi DPP untuk disertakan dalam pembahasan bersama, meskipun Ketua Komite dari partai DPP telah lima kali mengagendakan pembahasan, tetapi akhirnya rapat ditutup.
Ker Chien-ming secara tegas mengatakan bahwa sebelum-sebelumnya di Yuan Legislatif, tidak ada yang mengambil alih komite, dan setiap anggota komite diberikan waktu yang cukup untuk berbicara. Ini adalah nilai berharga dari demokrasi Taiwan, tetapi kini langsung dilakukan pemungutan suara di rapat sidang.
Ker Chien-ming melanjutkan, jika hal ini dibiarkan, maka akan merusak demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah, dan Yuan Legislatif Taiwan akan menjadi seperti Hong Kong atau Majelis Nasional Tiongkok.

Sekitar pukul 06.45 pagi (17/5), fraksi partai DPP tiba-tiba muncul di depan ruang sidang dan terjadi bentrokan hebat dengan fraksi KMT, yang menyebabkan dorong-dorongan serius.
Fraksi KMT terus meneriakkan "DPP partai kekerasan," dan kedua belah pihak mulai berdesakan di pintu masuk saat pintu ruang sidang dibuka untuk membiarkan petugas sidang masuk. Tujuannya adalah untuk merebut kendali atas jalannya sidang.
Di antara kekacauan tersebut, Ketua Koordinator Fraksi Partai TPP di Legislatif Yuan, Huang Kuo-chang (黃國昌), berteriak dengan lantang kepada Ko Chien-ming di meja pendaftaran di ruang sidang, mempertanyakan kenapa bisa menyerobot antrean, sehingga situasi menjadi tegang.
Pada akhirnya, fraksi partai KMT dan TPP, dengan memanfaatkan keunggulan jumlah, berhasil menguasai podium ketua Yuan Legislatif, memastikan rapat dapat dimulai tepat waktu pada pukul 09:00.
Sementara itu, fraksi partai DPP berkumpul di bawah podium ketua, berhadapan dengan fraksi KMT, sehingga terjadi adu mulut dan bentrokan terus-menerus antara kedua belah pihak.