(Taiwan, ROC) --- Banyak orang membutuhkan secangkir kopi setiap hari untuk membangkitkan semangat.
Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan orang yang tidak pernah minum kopi, orang dengan tekanan darah normal yang minum satu cangkir atau lebih dari dua cangkir kopi dalam sehari, ternyata dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 16% dan 25%.
Namun, dokter mengingatkan bahwa jika tekanan darah tidak terkontrol dengan baik, maka hal ini justru dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Di samping itu, ternyata ada delapan jenis orang yang tidak cocok untuk minum kopi.

圖/翻攝自 Pixabay
Dokter spesialis penyakit berat, Dokter Ooi Hean (黃軒), menunjukkan bahwa jika pasien dengan hipertensi tidak mengontrol tekanan darahnya dengan baik, maka minum kopi justru dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Bagi pasien dengan hipertensi tingkat satu (tekanan sistolik >140mmHg), dibandingkan dengan orang yang tidak pernah minum kopi, mereka yang minum satu cangkir kopi sehari dan mereka yang minum lebih dari dua cangkir dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular masing-masing sebesar 16% dan 6%.
Selanjutnya, Dokter Ooi Hean menyatakan bahwa pasien dengan gangguan irama jantung juga tidak disarankan untuk minum kopi, karena kafein dapat merangsang jantung, menyebabkan detak jantung meningkat dan tekanan darah naik.
Orang yang cenderung mengalami kecemasan atau serangan panik juga harus berhati-hati dalam mengonsumsi kopi. Karena kafein dapat memperburuk masalah emosional ini, menyebabkan kecemasan dan ketegangan meningkat.

圖/翻攝自 Pixabay
Dokter Ooi Hean menunjukkan, penelitian di Swedia menemukan bahwa dosis kafein dari lima cangkir kopi dapat menyebabkan serangan panik pada sebagian besar penderita gangguan panik, sementara kafein juga dapat meningkatkan kecemasan pada orang dewasa yang sehat.
Dokter Ooi Hean juga menyarankan bahwa ibu hamil harus berhati-hati dalam mengonsumsi kopi. Menurut penelitian, asupan kafein yang berlebihan dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.
Meskipun tidak semua ibu hamil harus sepenuhnya menghindari kopi, tetapi sebagian besar ahli kesehatan dan studi menyarankan bahwa asupan kafein harian seorang ibu hamil tidak boleh melebihi 200 miligram.
Ini berarti, jika Anda adalah seorang ibu hamil, lebih baik membatasi asupan kopi Anda atau memilih minuman tanpa kafein.
圖/健康2.0
Pasien dengan refluks gastroesofagus juga harus menghindari kopi, karena komponen dalam kopi dapat merangsang sekresi asam lambung, sehingga memperburuk gejala refluks asam, seperti heartburn dan asam lambung naik.
Asam dalam kopi juga dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut pada mukosa esofagus, terutama bagi mereka yang memiliki lapisan esofagus yang sensitif, yang dapat memperburuk gejala yang ada.
Selain itu, pasien dengan sindrom iritasi usus besar juga mungkin mengalami iritasi usus karena kafein, yang dapat menyebabkan nyeri perut, kembung, atau diare, terutama bagi mereka yang memiliki tipe diare dari sindrom iritasi usus besar.
Tidak hanya kafein, komponen lain dalam kopi seperti polifenol dan asam fitat juga dapat mempengaruhi fungsi usus. Penelitian menemukan bahwa bahkan kopi dengan kafein rendah atau tanpa kafein dapat menyebabkan kontraksi kolon, yang untuk beberapa orang, dapat memicu keinginan untuk segera pergi ke toilet setelah minum kopi.

圖/民視新聞
Bagi mereka yang memiliki gangguan tidur, kafein juga dapat merangsang sistem saraf pusat, memperburuk gejala insomnia dan mimpi yang berkepanjangan, serta mempengaruhi kualitas tidur.
Pasien dengan anemia defisiensi besi harus berhati-hati dengan asupan kopi. Komponen dalam kopi seperti polifenol, kafein, dan asam fitat dapat berikatan dengan besi dan menurunkan laju penyerapannya, sehingga mempengaruhi penyerapan besi non-heme. Bagi pasien dengan anemia defisiensi besi, ini dapat memperburuk kondisi mereka.
Dokter Ooi Hean mengingatkan bahwa saat menikmati efek stimulasi dari kopi, juga penting untuk mempertimbangkan risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 300 miligram kafein per hari, yang kira-kira setara dengan 2-3 cangkir kopi.