(Taiwan, ROC) --- Presiden terpilih William Lai akan mengambil posisi pemimpin negara pada tanggal 20 Mei 2024. Pada Rabu hari ini (15/5), Beliau menghadiri "Konferensi Keamanan Siber Taiwan 2024" dan menyampaikan pidato di mana ia menyatakan bahwa setelah ia menjabat, ia akan terus mendukung pengembangan industri keamanan siber, melanjutkan kebijakan yang sudah ada, dan memajukan industri keamanan siber Taiwan ke tingkat yang lebih tinggi.
Konferensi Keamanan Siber Taiwan 2024 telah mengundang Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) untuk menghadiri upacara pembukaan pada Selasa kemarin (14/5), dan Rabu hari ini (15/5) mengundang Wakil Presiden William Lai.
Dalam pidatonya, William Lai menyampaikan bahwa ini adalah tahun ketiga ia menghadiri acara tersebut. Di masa lalu, ia langsung mengunjungi pameran, sementara hari ini ia diundang untuk berbicara di atas panggung.
Beliau memahami maksud dari penyelenggara dan berjanji bahwa setelah menjabat, ia akan terus mendukung pengembangan industri keamanan siber, melanjutkan kebijakan yang sudah ada, dan mendorong industri keamanan siber Taiwan ke tingkat yang lebih tinggi.
William Lai juga menyoroti bahwa menurut penilaian risiko global Forum Ekonomi Dunia untuk tahun 2024, risiko tertinggi di dunia dalam dua tahun ke depan adalah penyebaran informasi yang salah dan berita palsu.
Selain itu, laporan tersebut juga menyatakan bahwa salah satu risiko terbesar keempat di seluruh dunia dalam dua tahun ke depan adalah kejahatan siber dan risiko yang ditimbulkannya.
Taiwan dikenal sebagai salah satu negara yang paling parah terkena serangan berita palsu, dan hal ini semakin menekankan perlunya memperkuat industri keamanan siber Taiwan agar lebih unggul dibandingkan negara-negara lain.
William Lai mengatakan, "Jadi bisa dikatakan, Taiwan menghadapi serangan berita palsu terparah di dunia, ini tentu bukan kabar baik, tetapi jika kita melihatnya dari sisi positif, jika kita benar-benar ingin mendorong industri keamanan siber, serangan yang banyak ini juga memaksa kita untuk berlatih pertahanan, membuat lingkungan kita sangat cocok untuk mengembangkan industri ini."
William Lai juga menekankan bahwa keamanan siber adalah keamanan nasional. Ia menyampaikan bahwa selama masa jabatannya sebagai Perdana Menteri, ia sudah melihat betapa seriusnya masalah berita palsu dan berharap untuk mengubah tantangan menjadi kesempatan.
Saat itu, ia sudah memulai program aksi pengembangan industri keamanan siber di Taiwan, dan setelah digantikan oleh Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌), Undang-Undang Pengelolaan Keamanan Siber Taiwan juga disahkan, serta pembentukan Kementerian Pengembangan Digital, dengan tujuan utama adalah untuk meningkatkan keamanan siber dan memajukan industri keamanan siber.
Namun, selain mengandalkan pemerintah, partisipasi aktif dari semua pihak juga sangat diperlukan.