(Taiwan, ROC) -- Menurut pemberitaan media “Reuters”, Angkatan Laut Taiwan dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan yang tidak dipublikasikan pada awal bulan lalu. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan, Sun Li-fang (孫立方) pada hari ini (14/5) menjelaskan bahwa karena faktor ketidakpastian di laut sangat banyak, maka guna menghindari gangguan ketika menemui hal tersebut, Angkatan Laut melaksanakan latihan rutin sesuai dengan “Kode Penangkalan Untuk Aktivitas Tak Terduga di Laut/CUES.” MND juga menanggapi bahwa latihan ini bukanlah operasi laut yang melibatkan kegiatan dinamis, melainkan hanya latihan terkait operasi komunikasi dan koneksi. Latihan ini juga bukanlah latihan perdana, setelah kapal Taiwan dan AS bertemu.
Menurut pemberitaan dari Reuters yang mengutip 4 sumber yang mengetahui situasi tersebut, Angkatan Laut AS dan Taiwan secara diam-diam mengadakan latihan militer bersama di Samudra Pasifik Barat pada bulan April, tetapi tidak diumumkan secara resmi, menunjukkan peningkatan kerja sama antara AS dan Taiwan dalam mengadapi ancaman militer dari pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang terus meningkat.
Seiring pihak Negeri Tirai Bambu yang hampir setiap hari melakukan instruksi ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan, serta menggelar latihan militer di sekitar Taiwan secara terus menerus, Washington dan Taipei dalam beberapa tahun terakhir ini telah memperluas kerja sama militer. Pemberitaan tersebut menyebutkan bahwa karena penentangan dari pihak Negeri Panda, kontak militer antara AS-Taiwan, termasuk kunjungan dan latihan, semuanya dilakukan secara “lowkey”, serta seringkali tidak mendapatkan pengakuan resmi. Karena masalah sensitivitas, para narasumber menolak untuk memberikan identitas mereka. Mereka menyebutkan, latihan ini diadakan pada bulan April di Samudra Pasifik Barat, tetapi tidak diumumkan secara terbuka.
Salah seorang sumber menyampaikan bahwa latihan tersebut melibatkan “berbagai aset militer”. Sumber lain menunjukkan, ini bukanlah latihan resmi yang disebut sebagai CUES, dan menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat bahwasanya latihan ini adalah hasil dari “kebetulan bertemu”. Sumber tersebut juga menuturkan, total sekitar 6 kapal perang dari kedua belah pihak, termasuk kapal fregat, kapal tangki, dan kapal suplai, berpartisipasi dalam latihan yang berlangsung selama beberapa hari, yang bertujuan untuk melatih komunikasi, pengisian bahan bakar, dan operasi pasokan dasar.
Sumber menunjukkan, meskipun “pertemuan tak terduga” antara angkatan laut kedua negara berfokus pada latihan dasar, tetapi jenis latihan semacam ini sangatalah penting untuk memastikan bahwa kedua angkatan laut dapat bekerja sama dalam situasi darurat. Angkatan Laut Taiwan dalam pernyataannya menyampaikan, untuk menangani situasi tak terduga di laut dan meminimalkan “gangguan” satu sama lain, mereka “beroperasi sesuai dengan CUES” yang diprakarsai oleh Negeri Paman Sam. CUES mengacu pada tindakan dan langkah-langkah keamanan yang harus diambil ketika kapal-kapal atau pesawat militer dari negara-negara yang berbeda bertemu secara tidak terduga di laut, guna mengurangi gangguan dan ketidakpastian, serta memfasilitasi komunikasi.