(Taiwan, ROC) --- Setiap perusahaan memiliki kebijakan kesejahteraan karyawan yang berbeda-beda. Dan mengambil cuti tentu merupakan hak karyawan, tetapi aturan bisa berbeda tergantung pada industri yang dikerjakan.
Seorang pemilik bisnis baru-baru ini mengungkapkan kekesalannya, bahwa ada seorang karyawan yang seringkali "baru memberi tahu tentang cuti pada hari yang sama, bahkan jika tidak menyetujuinya, maka dia tetap tidak masuk kerja."
Frekuensi cuti yang terjadi 1-2 kali setiap minggu ini menyebabkan kekurangan tenaga kerja di toko, yang mana tentunya sangat mengganggu sang pemilik.
Dia kemudian bertanya, "Apa yang bisa saya lakukan untuk membuatnya hengkang?" Setelah diunggah ke media sosial, postingan ini pun kemudian memicu diskusi hangat.
圖/TVBS
Sang pemilik toko mengunggah keluh kesahnya melalui laman "爆料公社 Bàoliào gōngshè" di Facebook. Ia menyatakan bahwa dia memiliki seorang karyawan yang sering meminta cuti pada hari yang sama, bahkan jika cutinya tidak disetujui, dia tetap tidak datang.
"Hampir setiap minggu dia meminta cuti 1-2 hari, kadang-kadang dia pergi di tengah jam kerja dengan alasan tidak enak badan dan keesokan harinya membawa resep obat dari klinik," tulis sang pemilik.
Pengunggah postingan juga menambahkan bahwa dirinya telah memberitahu karyawan tersebut kalau dia tidak cocok untuk pekerjaan ini, tetapi dia tidak mau hengkang.
"Kemarin pagi dia menelepon ke toko untuk meminta cuti lagi, padahal saya sudah mengatakan bahwa kami kekurangan tenaga kerja pada hari itu, tapi dia tetap saja tidak peduli dan menutup telepon," lanjut sang pengunggah.

圖/中時新聞
Pengunggah asli menambahkan bahwa dia sudah menghitung gaji (terakhir) dan memberi tahu karyawan tersebut untuk tidak datang lagi, tetapi karyawan tersebut malah memohon untuk tidak diberhentikan karena tidak bisa kehilangan pekerjaan. "Dia tahu bahwa kami tidak bisa memaksanya untuk berhenti, tetapi kehadirannya yang tidak pasti membuat semua orang sering kelelahan. Apa yang bisa saya lakukan untuk membuatnya hengkang?"
Ada beberapa komentar dari netizen yang kemudian memberikan saran. Beberapa di antaranya berkata, "Langsung saja beritahukan kepada dia dan berikan pesangon, jika dilakukan secara legal, tidak ada masalah."
Ada juga yang menyarankan, "Jika orang seperti ini tidak mau pergi, jadikan mereka pekerja sementara atau paruh waktu dengan upah per jam saja. Kurangi jadwal kerjanya."

圖片來源:Shutterstock
Pasal 43 Undang-Undang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa "Pekerja memiliki alasan yang sah untuk mengambil cuti." Sedangkan dalam Pasal 10 Peraturan Cuti Karyawan menyatakan bahwa "Pengusaha dapat meminta karyawan untuk memberikan dokumen bukti (cuti) terkait."
Ini berarti bahwa pada dasarnya pengusaha tidak memiliki wewenang untuk menyetujui atau menolak cuti karyawan, tetapi karyawan harus mengikuti prosedur cuti yang ditetapkan oleh perusahaan.
Kecuali untuk cuti menstruasi, pengusaha dapat meminta karyawan untuk memberikan bukti cuti. Jika tidak menyelesaikan prosedur cuti, itu dianggap sebagai tidak hadir tanpa izin, yaitu absen kerja.