History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Mantan Menlu Solomon Menjadi Perdana Menteri  Kemenlu: Tidak Menutup Peluang Kerja Sama

  • 11 May, 2024
  • 許秀玉
Mantan Menlu Solomon Menjadi Perdana Menteri  Kemenlu: Tidak Menutup Peluang Kerja Sama
Mantan Menlu Solomon Menjadi Perdana Menteri  Kemenlu: Tidak Menutup Peluang Kerja Sama / foto: AFP

(Taiwan, ROC) -- Mantan Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon, Jeremiah Manele terpilih sebagai perdana Menteri, Kementerian Luar Negeri hari ini (7/5) menyampaikan, sikap pemerintah akan terus mengembangkan kerja sama terhadap nilai-nilai universal demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia, kebebasan perdagangan dan lainnya, Taiwan tidak mengabaikan setiap kesempatan untuk kerja sama, dan pada kesempatan ini juga mengucapkan selamat kepada Kepulauan Solomon yang telah menyelesaikan pemilu.

Kepala Divisi Asia Timur dan Samudera Pasifik Kemenlu, Peter Lan Sha-li hadir dalam sebuah jumpa pers yang berlangsung hari ini, ketika ditanyakan media terkait bagaimana sikap dan interaksi Taiwan dengan Kepulauan Solomon di kedepannya setelah terpilihnya mantan Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon Jeremiah Manale menjadi perdana menteri.

Peter Lan Sha-li menyampaikan, sikap pemerintah terhadap setiap negara di Samudera Pasifik adalah sama, tetap terus mengembangkan kerja sama atas dasar nilai-nilai universal demokrasi, kebebasan, hak asasi manusia dan perdagangan bebas, serta tidak akan mengabaikan setiap peluang kerja sama.

Kepulauan Solomon memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada tahun 2019 dan menjalin hubungan dengan Republik Rakyat Tiongkok, dan pada masa itu Jeremiah Manele menjabat sebagai menteri luar negeri. Laporan dari Reuters Prancis, Jeremiah Manele dengan perolehan 31 suara dari 50 suara keseluruhan di kongres berhasil menduduki bangku perdana menteri.

Setelah mantan perdana menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavera menandatangani perjanjian keamanan nasional dengan Tiongkok pada tahun 2022, maka pada pemilu kali ini menjadi pemilu yang diawasi ketat oleh Tiongkok, Amerika Serikat, Australia dan seluruh kawasan Pasifik Selatan sehubungan dengan kemungkinan hasil pemilu akan berdampak besar terhadap keamanan regional.

Komentar

Terbarumore