(Taiwan, ROC) --- Wilayah Asia Tenggara akhir-akhir ini mengalami panas yang tidak tertahankan. Dari Filipina hingga Myanmar, suhu mencapai di atas 40C.
Cuaca ekstrem ini membuat penduduk setempat mengeluh dan menghadapi ancaman kesehatan, seperti yang terjadi di Thailand, di mana 38 orang telah meninggal karena heatstroke tahun ini.
Di kebun durian lokal, kekeringan telah mempersingkat musim panen. Pemilik kebun durian menyatakan bahwa jika suhu terus meningkat, mereka bisa menghadapi kehancuran.
Setelah dipetik, buah durian dijatuhkan oleh petani durian. Biasanya, musim panen durian di Thailand berlangsung dari Maret hingga Juni, tetapi akhir-akhir ini gelombang panas melanda Asia Tenggara, menyebabkan kekeringan yang mempersingkat musim panen.
圖/LINETODAY
Pemilik kebun durian mengatakan bahwa suhu tinggi menyebabkan durian matang lebih cepat tetapi tidak tumbuh dengan baik, sehingga kualitas durian menurun.
Karena kekurangan air, petani durian terpaksa membeli 10 truk tangki dan menggunakan 120.000 liter air untuk mengairi seluruh kebun, yang akhirnya membuat biaya produksi durian meningkat secara signifikan.
Di Filipina, suhu tinggi berkisar 45C terjadi hingga akhir pekan. Sebagai tanggapan, pemerintah Manila meluncurkan "truk mandi keliling" untuk membantu warga melawan panas ekstrem.
Di Myanmar, suhu sempat mencapai 48,2C pada akhir April, menyebabkan banyak orang pingsan akibat serangan panas di seluruh negeri.

圖/YAHOOTAIWAN
Sementara itu, di Bangladesh yang terletak di Asia Selatan, negara tersebut sedang mengalami gelombang panas terpanjang dalam sejarah. Permintaan akan AC meningkat drastis sehingga stok terbatas dan harga melonjak seiring naiknya suhu.
Menurut distributor, beberapa model yang awalnya berharga 63.000 Taka (sekitar NT$18.000) kini telah melebihi NT$20.000. Meski harga melonjak, para konsumen menyatakan bahwa mereka tetap harus membelinya demi menghadapi cuaca panas yang luar biasa ini.