(Taiwan, ROC) --- Lituania pada tanggal 12 Mei menggelar pemilihan presiden, hubungan Taiwan dan RRT menjadi topik perdebatan yang hangat. Presiden Lituania yang menjabat, Gitanas Nauseda kemarin (7/5) mengatakan, perlu mengubah nama “Kantor Perwakilan Taiwan di Lituania (The Taiwanese Representative Office in Lithuania), untuk menjaga kestabilan hubungan dengan RRT, pernyataan ini memicu pembahasan.
Gitanas Nauseda mengatakan, meskipun ia sangat menyambut baik pembentukan kantor perwakilan Taiwan, akan tetapi demi kestabilan hubungan RRT, ia beranggapan nama kantor perwakilan Taiwan perlu diubah.
Gitanas Nauseda sebelumnya pernah mendesak pemerintah Lituania untuk mengubah nama kantor perwakilan Lituania, dan menggunakan nama secara konsisten. Berkaitan dengan nama kantor perwakilan Taiwan terdapat “sedikit perbedaan” dalam penggunaan bahasa Mandarin, Inggris dan Lituania. Tahap awal pembentukan kantor juga menarik perhatian. Kantor perwakilan Republik Tiongkok di Lituania diresmikan pada bulan November 2021. Ini merupakan kantor perwakilan dengan nama “Taiwan” yang pertama di Eropa, berkaitan dengan hal ini, Lituania menghadapi tekanan ekonomi, perdagangan dan politik dari pemerintah Beijing.
Lituania adalah “negara semi presidensial”, presiden yang bertanggung jawab atas urusan diplomasi, pertahanan nasional dan urusan keamanan nasional. Dalam sektor luar negeri, presiden kerap kali diharapkan berkoordinasi erat dengan kementerian luar negeri, akan tetapi Gitanas Nauseda dan Menlu Gabrielius Landsbergis sering mengalami perselisihan dan sulit bekerja sama, hal ini juga memengaruhi pembinaan hubungan dengan Taiwan dan RRT.
Kantor Perwakilan Taiwan di Lituania menanggapi pertanyaan Kantor Berita Pusat dan menekankan bahwa nama kantor perwakilan tersebut merupakan konsensus yang dicapai oleh kedua pemerintah setelah serangkaian negosiasi bilateral.
Kantor perwakilan di Lituania menekankan, nama kantor perwakilan merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Kantor perwakilan mengemukakan, sejak tahun 2021 terbentuknya kantor perwakilan, banyak hasil kerja sama yang dinikmati Taiwan-Lituania. Pembinaan hubungan yang didasari dengan nilai-nilai dasar kebebasan, demokrasi, supremasi hukum dan HAM, yang semakin kondusif dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Selain itu, kandidat presiden dan perdana menteri Lituania yang tengah menjabat, Ingrida Simonyte mengatakan, sejak awal pengambil putusan sudah menyadari, bahwa mendesak kantor perwakilan Taiwan untuk mengubah nama bukan tindakan yang bijaksana lagi pula tidak akan menyelesaikan permasalahan. Semestinya hubungan Taiwan-Lituania bergerak maju, berlanjut mempromosikan kerja sama kedua belah pihak.