(Taiwan, ROC) – Bulan Mei merupakan “Bulan Konservasi Air dan Tanah di Pedesaan” yang ditetapkan oleh Ditjen Pembangunan Pedesaan dan Konservasi Tanah dan Air (ARDSWC), Kementerian Pertanian (MOA) Taiwan setiap tahunnya. Seiring dengan Hari Ibu yang jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei, pihaknya berharap dapat mengingatkan masyarakat akan Bumi sebagai sosok ibu bagi kita semua, yang harus dilindungi dengan baik. Bulan Konservasi Air dan Tanah di Pedesaan tahun ini yang bertajuk “Ketahanan Pedesaan, Konservasi Air dan Tanah yang Berkelanjutan” memiliki hampir sebanyak 40 acara berskala besar yang digelar di seluruh Taiwan. Harapannya adalah dengan memerhatikan ketahanan pedesaan dan konvervasi tanah dan air yang berkelanjutan, dapat mendorong masyarakat untuk turut bergabung dalam melindungi bumi.
Guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pembangunan pedesaan, serta konservasi tanah dan air, ARDSWC juga akan menetapkan bulan Mei setiap tahun sebagai “Bulan Konservasi Air dan Tanah di Pedesaan”. Tahun ini, dengan tema “Ketahanan Pedesaan, Konservasi Air dan Tanah yang Berkelanjutan”, ARDSWC pada hari ini (3/5) mengumumkan jika Bulan Konservasi Air dan Tanah Tahun 2024 telah resmi dimulai. Dalam pidato pembukaannya, Wakil Menteri MOA, Chen Tian-shou (陳添壽) menyatakan bahwa Kuil Tian Hou di Distrik Lujhu, Kaohsiung, pada Kamis (2/5) kemarin mengadakan pesta perdamaian untuk ulang tahun Dewi Matsu, dengan mengatur sebanyak ratusan meja untuk para penganut agama. Kala itu, cuaca yang cerah tiba-tiba berubah menjadi gelap dalam sekejap. Selain Taiwan, baru-baru ini juga terjadi hujan es dan tornado di Guangdong, Daratan Tiongkok secara tiba-tiba, ini semua menunjukkan bahwa cuaca ekstrem semakin sering terjadi. Menghadapi bencana alam bahkan bencana akibat manusia seperti ini, “Bulan Konservasi Air dan Tanah di Pedesaan” bertujuan untuk memperdalam pemahaman masyarakat tentang konservasi air pedesaan serta konsep “nol karbon bersih” yang belakangan ini semakin dikenal.
Kepala ARDSWC, Lee Chen-yang (李鎮洋) juga menunjukkan, di dalam kondisi lingkungan di mana perubahan iklim global semakin parah, dirinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama memedulikan isu konservasi air dan tanah di pedesaan. Meningkatkan pemahaman tentang pembangunan pedesaan dan kesadaran akan konservasi air dan tanah yang berkelanjutan dengan menggunakan metode yang mendidik dan menghibur. Ke depannya akan menggunakan teknologi-teknologi baru untuk memantau sumber daya air dan tanah dengan lebih efektif, merancang langkah-langkah mitigasi bencana yang lebih tepat, meningkatkan kapasitas mitigasi bencana, dan terus melangkah maju, menyongsong target konservasi air dan tanah yang berkelanjutan