History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tsai Ming-yen: Red Line Diplomacy AS Terhadap RRT, Stabilitas Selat Taiwan Sangat Penting

  • 01 May, 2024
  • 鄭蕙玲
Tsai Ming-yen: Red Line Diplomacy AS Terhadap RRT, Stabilitas Selat Taiwan Sangat Penting
Kepala Dewan Keamanan Nasional (NSB), Tsai Ming-yen pada hari Rabu ini (1/ 5) menghadiri sidang komite luar negeri dan pertahanan nasional untuk memberikan laporan khusus (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) Kepala Dewan Keamanan Nasional (NSB), Tsai Ming-yen (蔡明彥) pada hari Rabu ini (1/ 5) menghadiri sidang komite luar negeri dan pertahanan nasional untuk memberikan laporan khusus terkait “bagaimana memperkuat ketahanan infrastruktur penting negara untuk merespons ancaman risiko keamanan nasional jenis baru”.

Berkaitan dengan kunjungan Menlu AS Antony Blinken ke RRT baru-baru ini, Tsai Ming-yen merespons pertanyaan yang dilontarkan oleh anggota legislator DPP Wang Ding-yu(王定宇) bahwa, saat ini dapat dikatakan kebijakan hubungan AS terhadap RRT adalah “Red Line Diplomacy”, stabilitas selat Taiwan sangat penting. Tsai Ming-yen mengatakan, “Saat ini kebijakan Amerika Serikat yang difokuskan kepada Daratan Tiongkok adalah bagaimana mengaturnya, mengatasi persengketaan kedua belah pihak, kemudian mengendalikan perilaku Daratan Tiongkok, maka pihak kami tengah mengamati interaksi dari mereka berdua, dapat disebut sebagai “Red Line Diplomacy”, selalu menggariskan red line, memberitahu sejauh manakah Daratan Tiongkok, dari waktu yang ada tidak dapat berbuat sesuatu dan menandai dengan red line, berharap agar Daratan Tiongkok tidak salah mengambil langkah, informasi strategis yang disampaikan kepada pemerintah Beijing sangat penting, termasuk penting untuk stabilitas keamanan Selat Taiwan.”

Berkaitan dengan apakah NSB memantau kemungkinan intervensi militer Daratan Tiongkok pada malam sebelum Inagurasi Presiden 20 Mei mencakup, apakah patroli operasi gabungan akan diperluas? Tsai Ming-yen mengemukakan, patroli operasi gabungan tahun ini meluncurkan pola baru, termasuk 3 kali pada malam hari, selain itu pesawat udara pengisi bensin juga diaktifkan untuk kekuatan angkatan udara dan memperpanjang waktu selama di angkasa, serta memulai operasi gabungan bersama dengan pesawat militer lainnya seperti mendarat di kapal induk dan kapal penyapu ranjau.

Tsai Ming-yen mengatakan, sehubungan dengan hal ini, Kemenhan telah menanggapi dan mengadopsi mekanisme terkait, selain memerhatikan situasi operasi militer RRT di zona abu-abu, setelah insiden kapal nelayan terbalik di Kinmen pada bulan Februari, pihak RRT mengutus arapat untuk mengusir nelayan atau warga yang beraktivitas di perairan sekitar.

Apakah ada kemungkinan RRT akan mengintervensi pelantikan 20 Mei? Tsai mengatakan, ada berbagai kemungkinan situasi tidak dapat diabaikan dan harus diwaspadai, termasuk apakah RRT akan menggunakan hal ini untuk memberikan tekanan kepada Taiwan selama musim panas, dengan menjalani latihan militer dari Juni hingga November. Tsai menekankan bahwa Taiwan memiliki pertukaran intelijen yang sangat erat dengan sahabat internasionalnya, dengan harapan dapat membuat penilaian yang akurat mengenai apakah niat RRT dan dinamika militer RRT akan mempengaruhi stabilitas situasi di Selat Taiwan.

Komentar

Terbarumore