(Taiwan, ROC) --- Sebanyak 37 terpidana mati telah mengajukan permohonan interpretasi konstitusional, dan Mahkamah Konstitusi mengadakan sidang debat pada Selasa kemarin (24/4). Menteri Kehakiman Tsai Ching-hsiang (蔡清祥) hari ini (24/4) menyatakan bahwa ketentuan hukuman mati adalah konstitusional, tetapi mengenai apakah akan dihapus, maka itu harus diputuskan oleh lembaga legislatif yang mewakili kehendak rakyat.
Tsai Ching-hsiang merespons pertanyaan dari anggota parlemen dari Partai Kuomintang, Lo Chih-chiang (羅智強) dan Hsieh Long Jie (謝龍介), menyatakan bahwa tidak mungkin memprediksi hasil interpretasi Mahkamah Konstitusi, tetapi Kementerian Kehakiman (MOJ) telah menyiapkan berbagai skenario.
Tsai Ching-hsiang hadir di Komite Peradilan dan Hukum Yuan Legislatif pada 24 April 2024, untuk melaporkan tentang bagaimana administrasi yang efisien, pengurangan litigasi, dan penerapan teknologi bisa mengurangi beban pada sistem peradilan tingkat bawah.
Tsai Ching-hsiang menyatakan bahwa posisi MOJ sangat jelas, bahwa ketentuan hukuman mati sesuai dengan konstitusi. Pertemuan Majelis Hakim sebelumnya juga telah membuat interpretasi, dan semuanya menganggapnya konstitusional, sehingga situasi saat ini tidak mengalami perubahan besar.
MOJ dengan tegas menyatakan bahwa ketentuan hukuman mati adalah konstitusional, mengenai apakah akan dihapus, itu adalah masalah lain yang harus diputuskan oleh lembaga legislatif yang mewakili kehendak rakyat.
Sebagian besar pendapat publik menolak penghapusan hukuman mati, tetapi beberapa hakim menyatakan apakah kita hanya bisa mengikuti pendapat publik? Menanggapi hal ini, Tsai Ching-hsiang menyampaikan bahwa itu adalah pandangan hakim dan ia menghormatinya.
Dalam sesi tanya jawab, anggota Yuan Legislatif dari partai Kuomintang, Lo Chih-chiang dan Hsieh Long Jie, menyoroti kasus pengujian konstitusionalitas hukuman mati.
Tsai Ching-hsiang mengungkapkan bahwa MOJ telah menyiapkan berbagai skenario tergantung pada bagaimana Mahkamah Konstitusi menginterpretasikannya.
Tsai Ching-hsiang menegaskan, "Kami telah menyatakan sikap tegas bahwa regulasi hukuman mati adalah konstitusional. Namun, kita tidak dapat memprediksi hasil dari interpretasi hakim agung, tetapi apa pun hasilnya, kami telah menyiapkan berbagai skenario."
Mengenai surat ancaman yang diterima oleh anggota dewan kota Taipei Miao Po-ya (苗博雅) dan anggota Yuan Legislatif dari partai DPP Huang Jie (黃捷) setelah mengkritik anggota Yuan Legisllatif dari partai Kuomintang Hsu Chiao-hsin (徐巧芯), yang memicu perdebatan, Tsai Ching-hsiang mengatakan bahwa siapa pun yang menerima ancaman harus segera melaporkannya kepada polisi untuk penyelidikan, dan jika perlu, akan melibatkan jaksa untuk memimpin penyidikan. Tindakan melanggar hukum ini tidak dapat ditoleransi.
Terlebih lagi, tentang penyelidikan terhadap Hsu Chiao-hsin yang dituduh melakukan penipuan dan korupsi, Tsai Ching-hsiang menegaskan bahwa setiap kasus yang ditangani oleh otoritas kepolisian dan kejaksaan akan diselidiki sesuai dengan hukum yang berlaku.