(Taiwan, ROC) -- Angka kematian ibu hamil dan bayi baru lahir di Guatemala sangat tinggi. Namun, berkat kerja sama antara Guatemala dan Taiwan dalam proyek kesehatan ibu dan anak, tingkat kematian bayi baru lahir telah berhasil dikurangi sebesar 3% pada tahap pertama. Satu tim tenaga medis baru dari Guatemala akan berangkat ke Taiwan untuk pelatihan pada akhir April, dengan tujuan membantu meningkatkan teknologi dan pengetahuan kesehatan ibu dan anak di masa depan.
Upacara peresmian gedung baru untuk bayi di Rumah Sakit San Juan De Dios yang merupakan hasil kerja sama Taiwan dan Guatemala telah dilaksanakan pada 12 April. Dalam kata sambutannya, Presiden Guatemala Bernardo Arevalo menekankan bahwa banyak ibu di Guatemala mengalami masalah gizi buruk atau infeksi penyakit sehingga 1 di antara 10 bayi lahir prematur.
Berdasarkan data statistik pemerintah Guatemala, tingkat kematian ibu hamil dan bayi baru lahir di sana lebih tinggi dari rata-rata di Amerika Latin dan Karibia. Ini disebabkan oleh kurangnya kapasitas lembaga medis, kekurangan tenaga medis khusus ibu dan anak, dan kurangnya perawatan yang memadai untuk kelompok ibu hamil yang berisiko tinggi, baik selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas.
Pemerintah Guatemala telah menjadikan perbaikan sistem perawatan kesehatan ibu dan anak sebagai salah satu topik utama dalam “Strategi Pembangunan Nasional 2018-2032”. Oleh karena itu, Guatemala mencari bantuan teknologi medis dari Taiwan. Untuk meningkatkan kualitas perawatan ibu dan anak di Guatemala, International Cooperation and Development Fund (ICDF) di Guatemala, telah bekerja sama dengan Rumah Sakit National Taiwan University (RS NTU) dan Kementerian Kesehatan Guatemala dalam program kesehatan ibu dan anak sejak tahun 2019.
Misi Teknik Taiwan di Guatemala mengungkapkan, program kesehatan ibu dan anak ini dihitung setiap 3 tahun sebagai satu siklus. Tujuannya adalah membantu 4 lembaga medis di Guatemala meningkatkan peralatan medis, melatih tenaga medis, dan membuat materi promosi kesehatan. Program ini diperkirakan dapat membantu lebih dari 200.000 ibu hamil dan bayi baru lahir di Guatemala, serta melatih lebih dari 400 tenaga medis lokal dalam bidang kesehatan ibu dan anak.
Proyek ini telah memberikan hasil yang memuaskan. Dalam tiga tahun dari 2019-2022, tingkat kematian bayi baru lahir di lembaga medis mitra berhasil dikurangi sebesar 3%. Mulai tahun 2022, program tahap kedua telah dimulai selama 3 tahun, dengan program kesehatan bayi baru lahir diperluas ke 17 lembaga medis di seluruh Guatemala.
Selain memperkenalkan peralatan medis seperti ultrasonografi, kardiotokografi, monitor tanda-tanda kehidupan, dan inkubator, program ini juga melakukan beragam pendidikan dan pelatihan.
Misi Teknik Taiwan di Guatemala mengungkapkan bahwa Guatemala telah memilih staf medis bidang kebidanan, pediatri, dan perawat untuk mengikuti pelatihan selama 2 bulan di RS NTU. Sebuah tim baru dari staf medis ibu dan anak Guatemala juga akan berangkat ke Taiwan untuk pelatihan pada akhir April.
Setelah kembali ke Guatemala, para staf ini diharapkan dapat menyelenggarakan 20 sesi seminar di tempat mereka bertugas, termasuk pengajaran penggunaan peralatan medis dan penerapan teknik medis, dengan harapan dapat melatih lebih dari 400 staf medis ibu dan anak di tingkat dasar. Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi medis Taiwan, diharapkan pengetahuan dan teknologi medis ibu dan anak dapat tersebar luas di seluruh penjuru Guatemala.