(Taiwan, ROC) --- Gempa bumi berkekuatan 6,0SR dan 6,3SR mengguncang Hualien, Taiwan pada tanggal 23 April 2024. Gempa bumi ini menyebabkan beberapa gempa susulan hingga hari ini.
Gempa bumi tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, terutama terkait dengan pergerakan Pulau Taiwan.
Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) pernah menerbitkan gambar yang menunjukkan pergerakan Taiwan selama 9 tahun terakhir. Gambar tersebut menunjukkan bahwa Taiwan bergerak menjauh dari daratan Tiongkok.
Pada tahun 2022, CWA merilis sebuah laporan yang menunjukkan pergerakan total kerak bumi di Taiwan selama periode tahun 2009 hingga 2018. Dimana lebih dari 160 stasiun 'Global Navigation Satellite System' terpasang di seluruh Taiwan untuk memantau pergerakan Pulau Taiwan yang terjadi secara halus, baik sebelum dan sesudah terjadinya gempa.
CWA menjelaskan bahwa gempa besar sering kali menyebabkan pergeseran permukaan yang signifikan, seperti yang terlihat pada patahan Chelungpu (車籠埔斷層) yang bergerak dan meninggalkan luka dramatis sepanjang 105 kilometer pada permukaan Taiwan.
Pergeseran horizontal di atas patahan berkisar antara 1 meter hingga 9 meter. Dan di Sungai Dajia, air terjun dengan ketinggian 5 meter muncul karena pengangkatan kerak bumi.

CWA melanjutkan bahwa selain pergerakan saat gempa terjadi, sebenarnya ada juga "pergerakan serentak" yang terjadi dalam hitungan puluhan detik. Selain itu, patahan juga mengalami pergerakan diam-diam, baik sebelum gempa (periode antar gempa) maupun setelah gempa (periode pasca gempa).
Apakah benar posisi Taiwan semakin menjauh dari daratan Tiongkok? CWA di kala itu menyatakan pernah menyatakan bahwa Taiwan memang bergerak ke arah timur. Namun, untuk mengetahui apakah Taiwan "semakin jauh dari daratan Tiongkok", maka perlu dipertimbangkan pula pergerakan lempeng tektonik Tiongkok.