(Taiwan, ROC) --- Selasa dini hari ini (23) di seluruh Taiwan terasa tidak tenang, serangkaian gempa yang terasa membuat banyak orang sulit tidur semalaman.
Menurut statistik, semenjak Selasa dini hari hingga pukul 06:00 pagi telah terjadi 83 gempa, dengan dua gempa terbesar, masing-masing berkekuatan 6,3SR dan 6,0SR.
Menanggapi hal di atas, Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) menyatakan bahwa serangkaian gempa yang terjadi mulai Selasa dini hari adalah gempa susulan dari tanggal 3 April 2024.
"Kemarin sore (gempa susulan) baru saja mulai, dan saat ini masih dalam periode puncak," tambah CWA.
Menurut statistik CWA, mulai dari Selasa dini hari hingga pukul 06:00 pagi telah terjadi total 83 gempa, dengan 45 gempa terasa signifikan dan 38 gempa lokal, dengan dua gempa berkekuatan di atas 6SR, dan 10 gempa berkekuatan antara 5SR hingga 6SR.

Ketua Pusat Seismologi CWA, Wu Chien-fu (吳健富), menyatakan bahwa mulai kemarin sore (22/4) hingga dini hari ini (23/4) terus menerus terjadi serangkaian gempa besar, dan posisinya berada di selatan episentrum gempa Hualien 3 April 2024, yang diperkirakan sebagai rangkaian gempa susulan.
"Karena energi di sisi utara telah dilepaskan sepenuhnya, penyesuaian stres (tekanan) beralih ke sisi selatan yang relatif lebih sedikit energinya," ujar Wu Chien-fu.

Selain itu, terkait dengan keingintahuan publik perihal mengapa terjadi gempa susulan yang lebih besar pada Selasa dini hari ini, Wu Chien-fu menjelaskan bahwa karena wilayah selatan telah melepaskan energi dalam jangka waktu yang lebih singkat, maka pelepasan bisa terjadi dalam skala yang lebih besar. Selain itu, wilayah tersebut belum mencapai kondisi stabil.
"Kemarin sore baru saja mulai (gempa susulan), dan saat ini masih dalam puncak, dengan jumlah yang terus meningkat," terang CWA.
Wu Chien-fu menunjukkan, berdasarkan pengalaman gempa 0921, gempa susulan akan berlangsung setidaknya setengah tahun hingga satu tahun. Berapa lama gempa besar akan terus terjadi, apakah akan dilepaskan sekaligus atau secara bertahap, "semuanya masih belum diketahui."