(Taiwan, ROC) -- Pakar meteorologi Peng Chi-ming (彭啟明) akan menjabat sebagai Menteri Lingkungan baru. Peng Chi-ming hari ini (19/4) mengungkapkan alasan di balik keputusannya bergabung dengan kabinet. Dia mengatakan bahwa sebagai seorang pejuang lingkungan, membantu Taiwan mencapai tujuan nol emisi karbon adalah misinya.
Dia berharap bahwa setelah bergabung dengan kabinet, dia dapat mempercepat transformasi menuju nol emisi di Taiwan, merumuskan peta jalan pengurangan karbon yang jelas, dan menerapkan strategi pertumbuhan hijau. Peng Chi-ming mengaku bahwa dia merasa tertekan, tetapi bersedia untuk menghadapinya.
Calon Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰), mengumumkan daftar nama personel kabinet gelombang ke-4 pada pagi ini (19/4) dengan penunjukan Pakar Meteorologi Peng Chi-ming sebagai Menteri Lingkungan. Keputusan ini menjadi sorotan karena Peng Chi-ming dianggap sebagai kuda hitam dalam penunjukan personel kabinet gelombang baru ini.
Karena Peng Chi-ming sebelumnya diketahui memiliki hubungan yang baik dengan calon Presiden terpilih, William Lai (賴清德), banyak yang penasaran apakah William Lai secara pribadi mendorong Peng Chi-ming untuk masuk ke kabinet? Peng Chi-ming menyampaikan, ketika William Lai menjabat sebagai walikota di Kota Tainan, ia pernah diundang untuk berbagi pandangan tentang perubahan iklim di Kantor Pemerintahan Kota Tainan. Kemudian, ketika ia mendirikan Taiwan Climate Partnership, William Lai juga mendukungnya dengan mengumpulkan 8 perusahaan besar untuk berpartisipasi. Bisa dibilang, mereka memiliki hubungan persahabatan sehingga William Lai mengundangnya untuk masuk ke kabinet pada awal April.
Meskipun awalnya Peng Chi-ming merasa dilema karena dia berasal dari dunia industri, yang berarti masuk ke kabinet pasti akan memberikannya tekanan besar, terutama dalam meyakinkan keluarganya, tetapi dia memilih untuk menghadapi tantangan tersebut.
Terkait dengan rencana Taiwan untuk memberlakukan biaya karbon, meskipun tarif karbon belum ditetapkan, Peng Chi-ming mengungkapkan bahwa banyak orang kini terobsesi dengan "carbon sink", dan beranggapan bahwa menanam pohon akan memberikan keuntungan besar. Namun, dia menegaskan bahwa tujuan dari pemberlakuan biaya karbon adalah untuk mengurangi emisi karbon, bukan untuk menghasilkan keuntungan finansial semata.
Dia mendukung kebijakan Kementerian Lingkungan saat ini, tetapi juga menyadari bahwa ada ketidakpastian dalam hal tarif biaya karbon, serta kekhawatiran dari kelompok-kelompok lingkungan dan industri terkait tarif karbon yang belum jelas. Setelah menjabat, Peng Chi-ming berjanji untuk berkomunikasi secara terbuka dengan semua pihak, tetapi dia menekankan bahwa pemberlakuan tarif karbon bukanlah untuk memeras perusahaan, melainkan untuk tujuan pengurangan karbon.
Taiwan membutuhkan peta jalan yang jelas dalam mengurangi emisi karbon, dan penting untuk menyadari bahwa pengurangan emisi karbon bukanlah beban, melainkan sebuah transformasi. Selain itu, Peng Chi-ming juga menyoroti pentingnya melakukan transformasi digital dan hijau secara bersamaan. Dia berharap bahwa dalam pemberlakuan tarif karbon, masalah inflasi hijau juga harus dihindari. Ini merupakan tantangan yang kompleks, tetapi dia akan berusaha keras untuk menyelesaikannya.