History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Icyang Parod Terpilih Kembali Menjadi Ketua Forum Austronesia

  • 17 April, 2024
  • 曾秀情
Icyang Parod Terpilih Kembali Menjadi Ketua Forum Austronesia
Icyang Parod Terpilih Kembali Menjadi Ketua Forum Austronesia

(Taiwan, ROC) – Komite Pelaksana Forum Austronesia mengadakan rapat di Kaohsiung pada 16 April yang dihadiri oleh anggota dan pengamat dari 15 negara dan wilayah. Setelah pemilihan oleh perwakilan yang hadir, Icyang Parod (夷將‧拔路兒) dari Taiwan, yang juga merupakan ketua Dewan Suku Penduduk Asli Taiwan (CIP), terpilih kembali sebagai ketua forum. Ketua CIP Icyang Parod mengungkapkan, Forum Austronesia telah menghasilkan pencapaian luar biasa sejak dimulai kembali pada tahun 2018 berkat upaya keras semua anggota.


Dia menekankan bahwa dalam 6 tahun terakhir, Forum Austronesia telah diselenggarakan di Palau dan Kepulauan Marshall, serta menyelenggarakan berbagai acara besar, seperti Forum Revitalisasi dan Pertukaran Bahasa Austronesia, Festival Musik Internasional PASIWALI, pembangunan komunitas Austronesia, pembinaan bakat muda, dll. Semua ini bertujuan untuk mempererat kerja sama dan pertukaran budaya di wilayah Austronesia, serta mendorong pembangunan berkelanjutan budaya Austronesia.

Icyang Parod menuturkan, Forum Austronesia memiliki anggota dari 9 negara dan wilayah saat didirikan pada awal tahun 2008, dan kini telah diakui oleh 15 negara dan wilayah. Tahun ini, dengan persetujuan semua anggota, Kepulauan Mariana Utara resmi menjadi anggota ke-16 forum ini. Dalam rangka mendukung Kebijakan Baru ke Arah Selatan, CIP akan melanjutkan Rencana Jangka Menengah dan Panjang Tahap Kedua Forum Austronesia pada tahun 2025, dan akan menyertakan diskusi Komite Eksekutif, mengumpulkan pendapat perwakilan negara-negara, serta memperkuat partisipasi nyata dan kerja sama antara negara-negara di wilayah Austronesia.

CIP menyebutkan, Taiwan dan 8 negara di wilayah Austronesia mendirikan "Forum Austronesia" sebagai organisasi tetap pada tahun 2008. Mereka mendirikan markas permanen di Palau dan membuka kantor sekretariatnya di Taiwan. Forum ini diharapkan dapat mempererat hubungan dan kerja sama antara negara-negara anggota melalui beragam aspek, mulai dari keterlibatan pemerintah, organisasi nirlaba, politik, ekonomi, hak asasi manusia, akademis, budaya, hingga partisipasi internasional. Namun, karena kebijakan rotasi partai politik di Taiwan pada tahun 2008, forum ini tidak diteruskan, hingga akhirnya diaktifkan kembali pada tahun 2018.

Komentar

Terbarumore