(Taiwan, ROC) --- Pentingnya tidur semakin mendapat pembuktian ilmiah. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature menemukan bahwa saat tidur nyenyak, gelombang otak manusia akan melambat.
Meski melambat, tetapi otak kita tidak benar-benar "beristirahat". Neuron-neuron di otak terus aktif dan memicu sistem glimfatik, yang bertugas membersihkan "sampah" protein yang menumpuk selama beraktivitas.
Otak manusia telah berevolusi dengan miliaran neuron yang terorganisir dengan baik dan dilindungi oleh sawar darah otak (blood-brain barrier, BBB).
Neuron merupakan penyelenggara utama pembersihan di otak, di mana segala aktivitas menghasilkan limbah metabolik, biasanya dalam bentuk fragmen protein.
Penelitian lain menemukan bahwa fragmen ini dapat menyebabkan penyakit neurodegeneratif (kemerosotan fungsi neuro), seperti Alzheimer.
Otak harus memproses sampah ini dengan cara tertentu, dan para ilmuwan telah mengetahui bahwa ini dilakukan melalui sistem glimfatik, yang membawa cairan otak dan tulang belakang, membawa fragmen tersebut keluar melalui saluran dekat pembuluh darah di jaringan berdinding tipis.

圖/SHUTTERSTOCK
Bagaimana sistem glimfatik ini diaktifkan untuk membuang sampah adalah pertanyaan yang ingin dijawab para ilmuwan.
Tim peneliti dari Sekolah Kedokteran Universitas Washington di St. Louis (WUSTL) melakukan eksperimen pada tikus dengan memasukkan alat probe ke dalam otak dan menanam elektroda di antara celah neuron.
Setelah tikus dianestesi dan diinduksi tidur, neuron mengeluarkan arus listrik yang kuat. Meskipun gelombang otak tikus yang dianestesi umumnya panjang dan lambat, tetapi arus yang dihasilkan oleh cairan otak dan tulang belakang tikus, dapat membawa sampah melewati duramater.
Peneliti menyatakan bahwa ketika orang terjaga, neuron otak memerlukan energi untuk menyelesaikan tugas yang kompleks, seperti memecahkan masalah dan mencatat memori, tetapi masalahnya adalah konsumsi nutrisi biasanya akan meninggalkan residu.

圖/台灣癌症防治網
Saat tidur, neuron mengaktifkan sistem glimfatik, menggunakan gelombang otak untuk membantu cairan otak dan tulang belakang mengeliminasi limbah metabolisme.
Neuron perlu membersihkan sampah untuk menghindari penumpukan yang bisa menyebabkan penyakit neurodegeneratif, sehingga kualitas tidur yang baik tidak hanya membuat seseorang merasa lebih baik, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan kognitif seiring bertambahnya usia.
Gangguan tidur kronis, kualitas tidur buruk, dan durasi tidur yang pendek tampaknya merupakan faktor yang sangat berisiko untuk demensia, seperti penyakit Alzheimer.
Penelitian ini menekankan pentingnya tidur, yang seiring waktu, kualitas tidur tidak hanya menentukan efisiensi otak jangka pendek, tetapi juga bisa menentukan cara kerja otak selama beberapa dekade mendatang.