(Taiwan, ROC) —— Seorang pengguna internet dari Jepang baru-baru ini memicu debat sengit di media sosial mengenai kebiasaan menggunakan kantong teh celup.
Beberapa berpendapat bahwa membuang kantong teh setelah sekali pakai adalah pemborosan dan mereka memilih untuk menggunakannya sampai teh tidak lagi mengeluarkan rasa.
Namun, kelompok lain berargumen bahwa rasa dan aroma teh hilang setelah penyeduhan pertama. Perdebatan ini menarik perhatian perusahaan merek teh ternama, Lipton, yang kemudian memberikan penjelasan.
Menurut laporan dari media Jepang, J-CAST, Warganet bersangkutan mengunggah postingan di media sosial X, bertanya, "Setidaknya kita harus menyeduh kantong teh sebanyak dua kali sebelum membuangnya."
Setelah dia memposting pertanyaannya, pendapat netizen terbagi menjadi dua kelompok, dengan satu kelompok mengatakan bahwa mereka akan menggunakan kantong teh sampai tidak ada lagi rasa yang keluar. Mereka berargumen bahwa bahkan kedai teh resmi pun menyediakan air panas untuk menyeduh kembali kantong teh.
Di sisi lain, kelompok lain berpendapat bahwa rasa dan aroma teh celup sudah hilang setelah diseduh kedua kalinya.
Mereka menekankan bahwa, "Penggemar teh hanya menerima teh celup yang diseduh sekali. Sedangkan, pecinta kopi mungkin akan menyeduhnya dua kali."

示意圖,photoAC
Dari berbagai tanggapan tersebut, jelas bahwa setiap orang memiliki pendapat yang berbeda tentang cara menyeduh teh. Perdebatan ini menarik perhatian perusahaan Lipton, yang kemudian memberikan klarifikasi melalui juru bicaranya.
Secara umum, Lipton merekomendasikan penyeduhan sekali pakai untuk mendapatkan rasa terbaik, meskipun penyeduhan kedua mungkin masih menghasilkan warna, tetapi rasa teh tidak akan sekuat pada penyeduhan pertama. Namun, juru bicara tersebut juga menekankan bahwa tidak ada cara yang benar atau salah dalam menggunakan kantong teh, dan jika konsumen lebih suka menyeduh beberapa kali, itu juga tidak menjadi masalah.