(Taiwan, ROC) --- Trương Mỹ Lan, seorang wanita terkaya di Vietnam, baru-baru ini dinyatakan bersalah atas tuduhan penipuan dan korupsi yang melibatkan jumlah yang sangat besar, sekitar US$12,1 miliar, dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan setempat pada tanggal 11 April 2024.
Suaminya, seorang pria Hong Kong berusia 68 tahun bernama Chu Nap Kee, juga dinyatakan bersalah karena membantu istrinya dalam kejahatan tersebut dan dijatuhi hukuman penjara selama 9 tahun.
Trương Mỹ Lan, yang berusia 67 tahun, adalah Ketua Van Thinh Phat Holdings Group, sebuah konglomerat real estate Vietnam yang bisnisnya mencakup hotel, restoran, dan properti.
Ia dituduh telah memalsukan lebih dari 900 dokumen pinjaman dari tahun 2018 hingga 2022, serta menggelapkan uang milik Saigon Commercial Bank (SCB) sebanyak US$12,1 miliar.
Jumlah ini setara dengan 3% dari PDB tahunan Vietnam, menjadikan kasus ini skandal penipuan keuangan terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Trương Mỹ Lan (kiri) dan suami Chu Nap Kee (kanan) saat diadili pengadilan Vietnam. 圖/LINETODAY
Trương Mỹ Lan ditangkap pada Oktober 2022 dan dituduh melakukan korupsi, suap, dan melanggar peraturan pinjaman lembaga kredit.
Beberapa orang yang terkait dengan kasus ini, termasuk asistennya dan Nguyen Phuong Hong, seorang Direktur di Saigon Commercial Bank, juga ditangkap.
Sebelum dan sesudah penangkapan Trương Mỹ Lan, tiga orang yang terkait dengannya, termasuk Nguyen Phuong Hong, serta eksekutif dari perusahaan sekuritas dan real estate, meninggal secara misterius.
Kasus Trương Mỹ Lan yang terlibat dalam penipuan dan korupsi mulai diadili bulan lalu. Menurut dakwaan, ada 85 terdakwa lain dalam kasus yang sama, termasuk beberapa eksekutif dari Saigon Commercial Bank dan Bank Nasional Vietnam, beberapa di antaranya diduga menerima suap dari Trương Mỹ Lan dan melindungi tindakannya yang ilegal.
Trương Mỹ Lan adalah satu-satunya terdakwa yang tidak mengakui kesalahannya.
Situasi peradilan mengadili Trương Mỹ Lan/圖/LINETODAY
Pengadilan Rakyat Kota Ho Chi Minh akhirnya memutuskan bahwa Trương Mỹ Lan bersalah atas tuduhan penyuapan dan pelanggaran peraturan perbankan, masing-masing dihukum 20 tahun penjara, sedangkan untuk tuduhan korupsi, dia dijatuhi hukuman mati, yang merupakan hukuman maksimal.
Suaminya, warga Hong Kong, Chu Nap Kee, juga dinyatakan bersalah karena melanggar peraturan pinjaman dan membantu istrinya dalam kejahatan, dan dijatuhi hukuman 9 tahun penjara.
Tanggal eksekusi mati Trương Mỹ Lan belum diumumkan oleh pengadilan, tetapi keluarganya telah menyatakan bahwa mereka akan mengajukan banding.
Trương Mỹ Lan mendirikan Van Thinh Phat Holdings Group pada tahun 1992, awalnya bergerak dalam bidang perdagangan, kemudian beralih ke bisnis hotel, restoran, dan real estat, dengan beberapa proyeknya terletak di area sewa paling mahal di Kota Ho Chi Minh.
Sedangkan Chu Nap Kee, yang dikenal sebagai "Chu dari Vietnam", memiliki properti senilai HKD15,9 miliar di Hong Kong. Pada tahun 2010, ia terlibat dalam kasus gagal membayar uang muka untuk pembelian salah satu kondominium mewah setempat, di mana 24 unit dibeli oleh perusahaan offshore dan akhirnya 20 unit gagal dibayar, dengan Chu diidentifikasi sebagai pembeli utama yang berada di balik layar.