(Taiwan, ROC) – Terkait dengan epidemi enterovirus, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan pada tanggal 9 April menyampaikan, bahwa per tanggal 31 Maret – 6 April 2024 ada 7.517 kasus baru pasien enterovirus untuk rawat jalan dan kunjungan darurat di seluruh Taiwan, mencapai rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Direktur CDC Guo Hong-wei (郭宏偉) mengutarakan, bahwa tren epidemi enterovirus di Taiwan saat ini memperlihatkan peningkatan yang lamban, dengan dominasi tipe enterovirus “grup virus A Coxsackie”.
Juru bicara CDC, Tsang Shu-hui (曾淑慧) menunjukkan, bahwa berdasarkan prediksi CDC, jumlah pasien enterovirus untuk rawat jalan dan kunjungan darurat di seluruh Taiwan hingga akhir April dapat mencapai 11.000 orang, puncaknya diperkirakan akan terjadi pada akhir Mei.
Ia pun mengingatkan masyarakat untuk untuk memberikan perhatian khusus pada risiko transmisi di sekolah anak-anak. Jika ada anak yang memperlihatkan gejala penyakit serius seperti mengantuk, tidak sadarkan diri, dan mobilitas yang buruk, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Sebagai tambahan, terkait dengan hal ini, Guo Hong-wei (郭宏偉) menunjukkan bahwa sebagian besar kasus baru-baru ini di negara-negara tetangga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya. Epidemi di Korea Selatan menunjukkan tren meningkat, sementara Hong Kong dan Singapura menunjukkan tren menurun.