History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertemuan Ma – Xi, New York Time: Tiongkok Menetapkan Persyaratan Hubungan dengan Taiwan

  • 11 April, 2024
  • 曾秀情
Pertemuan Ma – Xi, New York Time: Tiongkok Menetapkan Persyaratan Hubungan dengan Taiwan
Pertemuan Ma YIng-jeou dan Xi Jin-ping

(Taiwan, ROC) -- Mantan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) kembali melakukan pertemuan dengan Ketua Partai Komunis Tiongkok Xi Jin-ping (習近平) setelah selang 8 tahun. New York Times melaporkan, Tiongkok menggunakan pertemuan kali ini untuk menunjukkan keinginannya menjalin hubungan dengan Taiwan, tetapi hanya dengan berdasarkan persyaratan yang dibuat oleh pihak Beijing, dan memberikan batasan bagi Lai Ching-te yang akan menjabat sebagai presiden pada Mei mendatang.

Ma Ying-jeou melakukan kunjungan ke Tiongkok selama 11 hari, dan kemarin tanggal 10 April 2024 sore bertemu dengan Xi Jin-ping di Beijing, meneruskan pertemuan pada November 2015 di Singapura, ini juga merupakan perdana mantan presiden Republik Tiongkok bertemu dengan pejabat tertinggi Partai Komunis di tanah Tiongkok. Sebelum memulai pembicaraan, mereka berdua sempat berjabat tangan sambil tersenyum untuk diabadikan.

New York Times menganalisa, Xi Jin-ping menunjukan sikap baik terhadap Ma Ying-jeou karena pihak Beijing ingin membuat strategi persyaratan hubungan bagi Lai Ching-te. Setelah Januari lalu Lai Ching-te terpilih sebagai presiden Taiwan dan menyerukan “dialog sebagai penganti protes” kepada Beijing, tetapi pihak Tiongkok tidak mempedulikannya, beberapa bulan terakhir ini menekan Taiwan dengan militer, ekonomi dan juga hubungan diplomatik.

Di sisi lain, Beijing mengandeng tokoh politik Taiwan yang berteman baik dengan Tiongkok seperti Ma Ying-jeou yang menerima kerangka persyaratan yang dibuat oleh Beijing, beranggapan kedua belah pihak memiliki persepsi yang berbeda mengenai satu Tiongkok, tetapi menyetujui antar selat sebagai satu Tiongkok.

Dalam kata sambutannya, Ma Ying-jeou menyampaikan “masyarakat kedua selat masuk dalam etnis Tionghoa, semua adlah keturunan Yan dan Huang”, seharusnya saling bekerja sama untuk revitalisasi Tionghoa.

Xi Jin-ping dalam pidatonya menegaskan bahwa warga kedua belah selat semuanya adalah orang Tiongkok, “Perbedaan sistem tidak mengubah fakta objektif kepemilikan negara dan bangsa adalah sama, campur tangan pihak luar tidak dapat menghalangi tren sejarah reuni keluarga dan negara.”

Laporan tersebut menuliskan, hubungan pertukaran antar selat Taiwan menguat selama 8 tahun masa pemerintahan Ma Ying-jeou, pertemuan dengan Xi Jin-ping yang berlangsung di Singapura pada tahun 2015, mereka berdua menjadi teladan perdamaian abadi antar selat, membuka jalan untuk mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kedua sahabat kembali lagi bertemu di Beijing, penyelesaian masa depan Taiwan tampaknya masih sangat jauh.

Komentar

Terbarumore