(Taiwan, ROC) – mengenai pemerintah Selandia Baru menyetujui untuk membuka impor nenas dari Taiwan, Kementerian Luar Negeri hari ini (11/4) menyampaikan keyakinan dan berterima kasih atas upaya keras dan kerja sama dari tim kedua negara, berharap semakin banyak produk pertanian unggulan Taiwan yang dapat diekspor ke Selandia Baru, meningkatkan hubungan kemitraan ekonomi dan perdagangan bilateral.
Kemenlu menunjukkan, Komite Gabungan Manajemen Bersama untuk Pemeriksaan Keamanan Pangan dan Tindakan Karantina Hewan dan Tumbuhan dalam Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Taiwan-Selandia Baru (ANZTEC) yang diadakan pada Selasa (9/4), telah menandatangani revisi tambahan “Rencana Ekspor Buah dan Sayur Taiwan ke Selandia Baru”. Setelah berdiskusi selama 8 tahun, mereka akhirnya menambahkan buah nanas di dalamnya, yang merupakan terobosan besar dalam memperluas pasar internasional untuk produk pertanian Taiwan.
Taiwan dan Selandia Baru menandatangani Perjanjian ANZTEC pada tanggal 11 Juli 2013, yang mulai berlaku pada pada tanggal 1 Desember 2013. MOFA menyatakan akan terus memperkuat pertukaran bilateral di bidang ekonomi, perdagangan, pertanian, budaya, serta dengan suku penduduk asli dalam perjanjian tersebut, guna menciptakan kesejahteraan yang maksimal bagi kedua belah pihak, serta mendalami kerja sama dan persahabatan antara Taiwan dan Selandia Baru.
Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 2021 yang lalu mengumumkan penangguhan impor nanas dari Taiwan dengan alih-alih adanya hama. Presiden Tsai pada saat itu menyatakan bahwa krisi adalah kesempatan, serta berharap untuk menggunakan kesempatan ini untuk membuka saluran ekspor nanas Taiwan dan mengirimkan nanas yang lezat ke banyak negara.