(Taiwan, ROC) – Calon presiden terpilih Taiwan, William Lai (賴清德) mengumumkan gelombang pertama anggota kabinetnya pada hari ini (10/4) dan ia pun mengumumkan undangan bagi mantan Ketua Partai Demokratik Progresif (DPP), Cho Jung-tai (卓榮泰) untuk menjadi perdana menteri pemerintahan yang baru.
William Lai menyampaikan, bahwa Cho Jung-tai cakap dalam komunikasi dan memiliki keterampilan hubungan dalam negeri, serta dapat memimpin tim untuk mengimplementasikan proyek harapan nasional. William Lai berharap agar kabinet baru akan menjadi “kabinet AI” yang berinovasi.
Menghitung hari Pelantikan Presiden pada 20 Mei, presiden terpilih William Lai tengah menyelesaikan tata letak kabinet. Gelombang pertama personel kabinet diumumkan pada tanggal 10, dengan Cho Jung-tai, mantan Ketua DPP sebagai perdana menteri pemerintahan yang baru.
William Lai pertama-tama menyampaikan ucapan bela sungkawa bagi para korban meninggal akibat gempa Hualien, serta mengharapkan kesembuhan bagi para korban yang terluka.
Ia juga berterima kasih pada para pelayan publik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, polisi, tim penyelamat, serta para sukarelawan yang bekerja tanpa lelah dalam penanggulangan bencana.
Ia juga berharap agar bantuan bencana selanjutnya dapat berjalan lancar, dan percaya selama semua orang bergabung dan bekerja sekuat tenaga, maka berbagai kesulitan dapat diatasi.
William Lai menyampaikan, agar Taiwan dapat menempati posisi dalam kompetisi global yang komprehensif, maka Taiwan perlu membangun tim dengan aksi positif dan berpikir secara inovatif dalam rangka merespon berbagai tantangan di dalam maupun luar negeri, serta mentransformasi dunia. Tantangan adalah kesempatan untuk bagi negeri untuk maju.
Oleh sebab itu, ia mengundang Cho Jung-tai untuk melayani sebagai perdana menteri pemerintah yang baru dan berharap agar kabinet baru dapat menjadi “kabinet aksi inovasi”. William Lai mengatakan, “saya juga bekerja dalam tim kabinet yang diorganisir oleh Cho Jung-tai untuk periode ini. Pertama-tama, kita harus mampu menjunjung tinggi semangat “aksi” dan “inovasi” serta membentuk “kabinet AI yang aktif dan inovatif”, yang dapat mendengar opini publik untuk menyelesaikan masalah-masalah dan merespons harapan masyarakat.”
William Lai juga menjelaskan alasannya mengundang Cho Jung-tai untuk membentuk kabinet. Ia mengutarakan, bahwa dirinya dan Cho Jung-tai merupakan rekan perjuangan yang baik dan merupakan kolega di Yuan Legislatif di masa lalu.
Ketika ia merupakan perdana menteri, Cho merupakan sekretaris jenderal. Hal yang lebih langka adalah karena mereka berdua merupakan mantan ketua partai dari DPP, berjuang untuk nilai-nilai dan idealisme yang sama, serta saling percaya satu sama lain. Dalam situasi politik saat ini, Cho Jung-tai dapat memainkan 3 peran utama saat ia mengambil alih menjadi perdana menteri.
Pertama-tama, William Lai percaya bahwa Cho Jung-tai baik dalam bidang komunikasi dan koordinasi, dan dapat dengan cepat menemukan arah, serta menyelesaikan masalah yang kompleks, melampaui perbedaan pribadi atau partai politik. Kedua, Cho Jung-tai telah melayani sebagai anggota dewan kota dan legislator untuk dua periode.
Ia juga baik dalam mendengarkan opini publik. Ia juga pernah menjawab sebagai Wakil Sekretaris Jenderal dari Kantor Kepresidenan, Sekretaris Jenderal Yuan Eksekutif, serta memiliki keterampilan dalam urusan dalam negeri. Ketiga, ia sangat memahami arah masa depan negeri. Ia tidak hanya menjabat sebagai direktur kampanye untuk pemilihan presiden, tapi juga berpartisipasi dalam diskusi Proyek Nasional Harapan. Cho Jung-tai dapat dengan cepat memimpin tim untuk mengimplementasikan proyek tersebut, membuat negara dapat bergerak maju.
Lai juga mengemukakan 3 harapan utaman untuk tim baru yang dipimpin oleh Cho Jung-tai. Sebagai tambahan, untuk membentuk “kabinet AI aksi inovatif”, ia juga berharap untuk memprioritaskan isu-isu yang bermanfaat bagi negeri dan masyarakat dan memiliki konsensus antara pemerintah dan pihak oposisi, mendorong kabinet baru untuk secara aktif dan efektif mengimplementasikannya.
“Proyek Harapan Nasional” secara khusus merupakan pekerjaan keselamatan, seperti keamanan publik, keamanan pangan, keamanan jalan, keamanan industri, keamanan sekolah, keamanan tinggal, keamanan informasi, dan keamanan bekerja.
William Lai di akhir menyampaikan, bahwa ia dan Cho Jung-tai sama-sama merupakan anggota tim administratif dan akan mengemban posisi berbeda di masa depan untuk bertanggung jawab dalam era baru negeri, serta akan terus memperkuat Taiwan.