(Taiwan, ROC) - Setidaknya 13 orang meninggal, 1.146 orang cedera, dan upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung pada hari Senin untuk menemukan enam orang yang masih hilang setelah gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter melanda di lepas pantai Kabupaten Hualien di Taiwan timur pada pagi hari tanggal 3 April.
Mengutip data dari Ditjen Pemadam Kebakaran Nasional di bawah Kementerian Dalam Negeri, Pusat Operasi Darurat Sentral (CEOC) mengatakan, untuk menemukan enam orang yang masih hilang sesegera mungkin, upaya penyelamatan telah diintensifkan di sepanjang Jalur Shakadang di Taman Nasional Taroko, dekat pusat gempa.
Menurut CEOC, pihak damkar menerima informasi bahwa pasangan warga negara Singapura yang hilang terlihat di Jalur Shakadang, dan menduga bahwa pasangan tersebut, yang juga memiliki kewarganegaraan Australia, kemungkinan berada di dekat tanda 1,5 km.
Dua orang tewas dan tiga orang hilang di Jalur Shakadang adalah anggota keluarga beranggotakan lima orang. Dua jenazah yang ditemukan pada hari Jumat diidentifikasi sebagai ayah dan anak perempuan tertua.
Selain Jalur Shakadang, CEOC mengatakan upaya pencarian juga akan dilanjutkan di lokasi penambangan di Hualien, di mana satu orang dilaporkan hilang.
Sementara itu, sebuah tim penyelamat drone tak berawak dari Turki, yang tiba di Taiwan pada hari Minggu, akan melanjutkan upaya pencarian pada hari Senin di sepanjang Jalan Provinsi No.8, lanjut CEOC.
Setelah melalui upaya intensif yang dilakukan oleh perusahaan listrik Taipower untuk memperbaiki jaringan listrik yang rusak, Kementerian Perekonomian (MOEA) mengatakan 327 rumah tangga masih tanpa listrik, termasuk 309 rumah tangga di Tienhsiang, Hualien, dan listrik diperkirakan akan pulih sepenuhnya pada pukul 23.00 malam nanti.
Menurut MOEA, pasokan gas alam di total 190 rumah tangga di Taipei masih terputus dan hanya diperkirakan akan pulih pada hari Rabu. Selain itu, 43 stasiun pangkalan untuk komunikasi seluler masih mengalami masalah teknis dan gangguan, dan diharapkan dapat diperbaiki pada hari Kamis.
Di lain pihak, Kementerian Pertanian (MOA) melaporkan, hingga hari Senin pukul 8.00 pagi, total kerugian pertanian telah mencapai NT$76,04 juta, semuanya terbatas di Kabupaten Hualien di wilayah timur dekat pusat gempa.
Menurut statistik MOA, sejak gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) melanda Rabu lalu, kerusakan pada tanaman, produk pertanian dan fasilitas swasta di Hualien telah mencapai NT$42,06 juta; sementara kerusakan pada infrastruktur pertanian umum mencapai NT$33,98 juta, NT$20 juta di antaranya berada di area infrastruktur konservasi tanah dan air.
Sementara itu, data dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menunjukkan, hingga Senin pagi, 236 orang telah diamankan di tempat penampungan di Keelung, New Taipei dan Hualien, dan lebih dari NT$140 juta telah disumbangkan dari total 95.442 donasi individu yang akan digunakan sebagai dana bantuan bagi korban gempa bumi, biaya pengobatan darurat, pengoperasian tempat penampungan dan rekonstruksi pasca gempa.
Data dari Badan Cuaca Pusat (CWA) menunjukkan, episentrum gempa 7,2 SR yang terjadi pada tanggal 3 April pukul 7.58 pagi, berada di lepas pantai Hualien, 25,0 kilometer tenggara Balai Kabupaten, pada kedalaman 15,5 km. Hingga pukul 8.00 Senin pagi, 739 gempa susulan kuat telah terjadi, dua darinya berintensitas 6 SR ke atas, 25 darinya 5-6 SR, 222 darinya 4-5 SR, dan 490 darinya 3-4 SR.
CWA juga mengingatkan tim SAR dan warga untuk mengantisipasi cuaca tidak stabil di Kabupaten Hualien pada hari Senin, di mana curah hujan deras dan angin kencang diperkirakan akan terjadi di kawasan pegunungan di perbatasan dengan Kabupaten Nantou dan Taichung.