(Taiwan, ROC) --- Grup restoran kenamaan Taiwan "Wow Prime王品集團" tersandung kasus dugaan keracunan makanan!
Restoran ala Korea "True Wow初瓦 " cabang Ximen, Taipei, dan "Xiangla Spicy Hotpot嚮辣" yang berada di bawah naungan grup Wow Prime, dilaporkan terjadi kasus dugaan keracunan makanan. Beberapa pengunjung melaporkan gejala mual dan diare setelah makan di kedua restoran di atas.
Biro Kesehatan Kota Taipei mengungkapkan, sejak Kamis malam (4/4), mereka telah menerima laporan dari rumah sakit, dan sampai Minggu pagi ini (7/4), total ada 22 orang yang telah mendapatkan perawatan medis. Kini, kedua restoran tersebut diinstruksikan untuk menghentikan operasionalnya sementara.
Sebelum diperbolehkan kembali beroperasi, pihak restoran harus menyerahkan rencana perbaikan, serta lolos inspeksi ulang, dan dinyatakan telah memenuhi standar pemeriksaan.
Kepala Divisi Pengawasan Makanan dan Obat-obatan di Biro Kesehatan Kota Taipei, Lin Kuan-chen (林冠蓁), mengatakan bahwa sejak Kamis malam, 4 April 2024, mereka secara bertahap menerima laporan dari rumah sakit tentang kasus yang diduga keracunan makanan.
Hingga Minggu pagi tadi (7/4), telah ada 22 orang yang dirawat karena sempat menyantap makanan di kedua restoran di atas, masing-masing "True Wow" 13 orang, dan "Xiangla Spicy Hotpot" 9 orang.
Semua pasien datang ke rumah sakit dengan gejala mual, muntah, dan diare setelah makan. Dan setelah mendapatkan perawatan, mereka semua telah pulang dan tidak ada yang harus dirawat inap atau mengalami gejala yang memburuk.
True Wow. 圖/LINETODAY
Pada Sabtu kemarin (6/4), Biro Kesehatan Kota Taipei mengunjungi restoran untuk melakukan pemeriksaan, dan menemukan berbagai masalah di "True Wow", seperti daerah pembuangan sisa makanan, alat pengisap asap, mesin penggoreng, area pemanggang, dan tempat pencucian yang kotor.
Ada juga temuan bahwa bahan makanan tidak diberi label tanggal pengemasan ulang, bahan makanan di kulkas tidak dilabeli tanggal, dan adanya barang-barang milik pribadi di area dapur.
Sementara di "Xiangla Spicy Hotpot", juga ditemukan masalah serupa, termasuk bahan makanan yang dikemas ulang tanpa label tanggal, beberapa bahan makanan tanpa bukti asal, kondisi lingkungan yang tidak bersih, dan keberadaan barang pribadi di dapur.

Xiangla Spicy Hotpot.圖/美麗佳人
Lin Kuan-chen menambahkan, saat ini laporan dugaan keracunan makanan telah mencapai lebih dari 6 kasus, dan berdasarkan peraturan, kedua restoran tersebut diminta untuk sementara waktu menghentikan kegiatan operasional mereka.
Kali ini otoritas berwenang akan lebih berhati-hati. Setelah diperintahkan untuk tutup (sementara), pihak pengusaha harus mengajukan rencana perbaikan.
Rencana tersebut harus disetujui dan hasil inspeksi ulang harus memuaskan, sebelum restoran diizinkan beroperasi kembali.