(Taiwan, ROC) --- Hualien dilanda gempa bumi kuat pada tanggal 3 April 2024 kemarin, menyebabkan Jembatan Xiaqingshui di Jalan Raya Su-Hua rusak oleh batu-batu besar yang jatuh.
Secara tak terduga, kejadian ini mengungkap kembali jembatan tua di era penjajahan Jepang yang telah tersembunyi selama lebih dari 50 tahun.
Setelah dilakukan penilaian oleh insinyur, ditemukan bahwa fondasi dan kapasitas beban jembatan masih sangat kuat dan stabil, sehingga jembatan tersebut direkonstruksi dan diperkuat menjadi sebuah jembatan baja sementara untuk fungsi evakuasi.
Jembatan Xiaqingshui yang memiliki rentang sepanjang 25 meter dan kedalaman 20 meter ini mengalami kerusakan serius akibat batu raksasa yang jatuh saat gempa. Kerusakan ini sontak saja menghentikan lalu lintas di kedua arah.
Saat tim teknis sedang mencari solusi untuk perbaikan, mereka menemukan jembatan lama sepanjang sekitar 10 meter yang terletak paralel di sisi lereng bukit.
Dalam wawancara dengan media Central News Agency (CNA), Chen Po-cheng (陳柏成), Wakil Kepala Divisi Perawatan dan Teknik Wilayah Timur dari Biro Jalan Raya, menjelaskan bahwa jembatan tua tersebut dibangun pada masa penjajahan Jepang, yaitu pada tahun 1930.
Karena lebar jembatan yang sempit, Biro Jalan Raya kemudian membangun Jembatan Xiaqingshui yang baru di sisi timur, dan setelah jembatan baru tersebut selesai dan dibuka pada tahun 1971, jembatan lama dibiarkan tidak terpakai hingga saat ini.
Setelah terjadinya gempa, tim insinyur diundang untuk menilai kondisi jembatan dan menemukan bahwa struktur dan kapasitas beban jembatan masih sangat stabil, sehingga jembatan tersebut dapat digunakan sebagai jalur sementara untuk situasi darurat.
Tim teknis menempatkan lebih dari 20 batang baja H dengan panjang sekitar 12 meter di permukaan jembatan, yang cukup kuat untuk menahan berat kendaraan ukuran kecil.
Proyek ini telah berhasil diselesaikan dan jembatan dibuka untuk umum pada Sabtu sore kemarin (6/4). Banyak kendaraan yang juga sudah menunggu di pos pengawasan Chongde sebelum diizinkan melintas.
Biro Kebudayaan Kabupaten Hualien menyatakan bahwa Jembatan Xiaqingshui yang lama, saat ini tidak terdaftar sebagai warisan kebudayaan. Minggu depan, mereka akan menghubungi Biro Jalan Raya untuk menanyakan statusnya di wilayah Hualien.
Jika terkonfirmasi berada di dalam wilayah Hualien, maka mereka akan menginformasikan tentang peraturan warisan kebudayaan.
Sesuai dengan Pasal 15 Undang-undang Warisan Kebudayaan, bangunan umum yang berusia lebih dari 50 tahun harus menjalani penilaian nilai warisan budaya sebelum dapat dijual atau dibebaskan. Jika ada proyek konstruksi yang tengah berlangsung, maka tetap disarankan untuk melakukan prosedur penilaian dan inspeksi nilai warisan kebudayaan terlebih dahulu.
Mulai Sabtu malam hari pukul 18.00, jembatan baja sementara di Xiaqingshui akan mengadopsi pengaturan lalu lintas dengan satu jalur untuk dua arah secara bergantian.
Hanya kendaraan kecil dengan berat di bawah 5 ton yang diperbolehkan melintasi jembatan. Setiap hari pada pukul 07.00, 12.00, dan 17.00, jembatan akan dibuka selama satu jam. Pada malam hari, jembatan akan ditutup sepenuhnya sebagai tindakan peringatan (pencegahan).