(Taiwan, ROC) --- Taiwan mengalami gempa kuat yang menyebabkan bangunan-bangunan bergoyang hebat, tetapi kerusakan pada bangunan relatif sedikit. Media asing banyak memuji kesiapan Taiwan dalam menghadapi gempa.
Kesiapan bangunan di Taiwan terhadap gempa sebenarnya adalah hasil dari perbaikan berkelanjutan setelah terjadinya gempa besar 921 pada tahun 1999.
Taiwan salah satunya mengadopsi teknik dari Jepang dalam membangun gedung anti-gempa, untuk meningkatkan kemampuan bangunan terhadap gempa.
Retakan merambat dari langit-langit, melalui dinding, hingga ke ubin lantai. Setelah gempa terjadi, seorang penghuni gedung di Hualien mengundang wartawan Reuters untuk melihat kerusakan di rumahnya.
Penghuni yang rumahnya rusak, mengatakan, "Karena kemarin saat saya sedang merapikan, saya melihat catatan pertumbuhan anak saya di dinding, dan saya melihat bagian ini rusak, anak saya berkata, 'Ibu, lihat, ini pecah,' wow, perasaan itu benar-benar membuat saya merasa sangat tak berdaya."
Sebagian besar catatan tinggi badan di dinding telah hilang, dengan beberapa retakan begitu besar, bahkan bisa mengintip ke kamar di sebelahnya.
"Ketika saya kembali dan melihat rumah saya retak parah, saya tidak berani tinggal di dalam terlalu lama, rasanya jika datang satu gempa lagi, bangunan itu akan segera roboh," ujar sang penghuni.

圖/TVBS
Setelah melihat kondisi kerusakan, warga terpaksa segera meninggalkan bangunan apartemen tersebut karena sudah tidak layak huni. Korban bencana hanya bisa membawa kenangan dari rumah lama mereka untuk mencari tempat tinggal baru.
"Saya tidak ingin mencari tempat yang terlalu tinggi lagi, saya tidak ingin tinggal di gedung apartemen lagi," ujar warga bersangkutan.
Mereka tidak ingin tinggal di gedung tinggi lagi. Meskipun gempa berkekuatan 7,2SR ini membuat langit dan bumi berguncang, tetapi kasus kerusakan rumah seperti ini tidak terlalu banyak, dan secara keseluruhan, kerusakan akibat bencana juga relatif kecil.
圖/今日新聞
Ivan Watson, reporter senior internasional CNN, mengatakan, "Taiwan, khususnya Hualien, sangat berpengalaman dengan gempa bumi. Saya pikir apa yang kita lihat di sini menunjukkan betapa siapnya tempat ini, dengan struktur bangunan yang kuat."
Reporter CNN di Hualien mengagumi ketahanan bangunan di Taiwan terhadap gempa. Sejak gempa 921, Taiwan memang telah merevisi regulasi desain bangunan tahan gempa.
Seorang insinyur struktur bangunan di Taiwan, Dai Yun-fa (戴雲發), mengatakan, "Pada dasarnya, semua bangunan di Taiwan harus dibuat tahan gempa, karena ada peraturan dasar. Hanya saja, meskipun peraturan menetapkan standar, desainnya pasti akan mencakup jumlah baja yang cukup. Namun, poin pentingnya adalah, saat melakukan pembangunan, menggunakan harga termurah untuk membeli material, yang mana harga terendah itu tidak mungkin memiliki kualitas terbaik. Jadi, tentu saja, kualitasnya akan dikompromikan, dan risiko utamanya ada di sini."