History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Membuka Pintu bagi Pekerja Migran India, Menaker: Memberikan Lebih Banyak Pilihan kepada Pemberi Kerja

  • 05 April, 2024
  • 陳柏萇
Taiwan Membuka Pintu bagi Pekerja Migran India, Menaker: Memberikan Lebih Banyak Pilihan kepada Pemberi Kerja
Taiwan Membuka Pintu bagi Pekerja Migran India, Menaker: Memberikan Lebih Banyak Pilihan kepada Pemberi Kerja

(Taiwan, ROC) – Rencana Taiwan yang ingin merekrut pekerja migran asal India, menarik perhatian dari berbagai kalangan. Menteri Ketenagakerjaan Taiwan, Hsu Ming-chun (許銘春) pada Jumat (5/4) kembali menegaskan bahwa penambahan negara sumber bertujuan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada pemberi kerja, serta mengurangi risiko ketergantungan yang berlebihan pada satu negara sumber. Pembukaan bagi pekerja migran tidak akan memengaruhi gaji masyarakat Taiwan.

Taiwan dan India menandatangani MOU Kerja Sama Tenaga Kerja, berharap dapat merekrut pekerja migran asal India untuk mengisi kekurangan tenaga kerja industri. Setelah kedua belah pihak menyelesaikan proses pertukaran dokumen pada tanggal 26 Februari yang lalu, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan telah mengirimkan MOU ke Yuan Legislatif untuk diselidiki dan telah mempublikasikan teks lengkap MOU untuk dibaca dan dipahami oleh masyarakat umum.

Hsu Ming-chun (許銘春) saat menerima wawancara khusus pada hari ini menunjukkan bahwa Taiwan hingga saat ini tidak memiliki negara sumber tenaga kerja baru selama 23 tahun. Belakangan ini karena masalah kekurangan tenaga kerja, pihak MOL telah secara aktif mencari solusi, tetapi hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan. Sebelumnya, Taiwan telah melakukan negosiasi lebih lanjut dengan Myanmar, Bangladesh, dan Kamboja, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil lantaran faktor geopolitik, terutama karena Daratan Tiongkok tidak menginginkan Taiwan menjalin hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Menaker menyampaikan, negosiasi dengan India kali ini secara umum tergolong berjalan dengan lancar. India adalah ekonomi terbesar kelima di dunia dan merupakan salah satu negara pengirim tenaga kerja terbesar. Negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Australia telah memiliki banyak tenaga kerja asal India yang bekerja di sana. Taiwan telah bergantung pada hanya 4 negara sebagai sumber tenaga kerja migran selama lebih dari 20 tahun. Ketergantungan yang berlebihan pada sumber yang terbatas juga sangat beresiko.

Menaker juga menyebutkan, saat ini Taiwan memiliki sekitar 220.000 tenaga kerja migran asal Vietnam di sektor manufaktur dan sekitar 70% tenaga kerja sektor rumah tangga didatangkan dari Indonesia. Jika kedua negara tersebut menangguhkan perekrutan tenaga kerja, maka hal tersebut dapat mengakibatkan krisis keamanan nasional.

Hsu Ming-chun (許銘春) menuturkan, pekerja migran dari India memiliki kualitas yang baik, serta memiliki sikap kerja dan tingkat kestabilan yang baik. Namun, masih ada beberapa komentar yang secara sengaja mencemarkan nama baik India. Pekerja migran datang ke Taiwan adalah untuk merubah kondisi ekonomi keluarga mereka, dan tidaklah mungkin datang ke negara lain untuk melakukan kejahatan.

Hsu Ming-chun (許銘春) juga menyampaikan, saat ini baik sektor industri maupun sektor rumah tangga mengalami kekurangan tenaga kerja. Menambah negara sumber baru pekerja migran dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada majikan dan mengurangi risiko ketergantungan yang berlebihan pada sumber tenaga kerja yang ada.

Menaker menegaskan bahwa setelah membukakan pintu bagi pekerja migran, maka tidak boleh terjadi praktik di mana sektor industri mulai merekrut pekerja migran asing hanya karena kesulitan dalam mencari tenaga kerja dengan upah yang rendah. Penerimaan tenaga kerja harus berlandaskan pada upah yang logis, dan jika memang tidak mendapatkan tenaga kerja barulah pintu perekrutan pekerja migran dibuka. Oleh karena itu, hal tersebut tidak akan memengaruhi standar upah masyarakat Taiwan.

Komentar

Terbarumore