(Taiwan, ROC) --- Pada hari Rabu, tanggal 3 April 2024, Taiwan dilanda gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter di lepas pantai Hualien.
Gempa ini merupakan yang terkuat di Taiwan sejak gempa 921 yang terjadi pada tahun 1999. Saat ini, 10 orang telah dilaporkan meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan kekuatan gempa mencapai 7,4SR.
Media Amerika melaporkan bahwa selain Hualien, kerusakan di wilayah lain di Taiwan tergolong ringan.
Para ahli menjelaskan bahwa persiapan Taiwan dalam menghadapi gempa bumi terbilang sangat matang, mulai dari regulasi bangunan, pengukuran geologi, hingga edukasi penanggulangan gempa bagi masyarakat, yang bahkan termasuk yang terbaik di dunia.

Media Associated Press (AP) dan ABC News mewartakan, berdasarkan data dari USGS, sejak tahun 1980, Taiwan dan wilayah laut di sekitarnya telah mengalami sekitar 2.000 gempa bumi dengan kekuatan 4 magnitudo atau lebih. Di antaranya, lebih dari 100 gempa memiliki magnitudo di atas 5,5.
Meskipun gempa bumi bukan hal asing bagi Taiwan, persiapannya yang luar biasa dalam menghadapi gempa bumi telah membantu meminimalisir kerusakan dan korban jiwa di pulau berteknologi tinggi dengan 23 juta penduduk ini.
Stephen Gao, profesor geofisika di Missouri University of Science and Technology, menunjukkan bahwa Taiwan memiliki persiapan ketahanan gempa yang terbaik di dunia.
Misalnya, pemerintah memiliki peraturan yang ketat tentang ketahanan gempa pada bangunan. Meskipun ini meningkatkan biaya konstruksi, tetapi pemerintah akan memberikan subsidi bagi penduduk yang ingin menguji ketahanan gempa rumah mereka.
圖/LINETODAY
Sementara itu, pihak-pihak yang bertanggung jawab atas bangunan yang tidak memenuhi atau melaksanakan standar regulasi juga akan diadili, seperti kasus runtuhnya bangunan Wei Guan Jin Long (維冠金龍) di Tainan pada tahun 2016 yang menewaskan puluhan orang, di mana lima orang yang terlibat dalam pembangunan bangunan tersebut akhirnya dihukum.
Profesor Stephen Gao juga menekankan bahwa masyarakat Taiwan sangat terbiasa dengan persiapan menghadapi gempa bumi. Contohnya, sekolah-sekolah dan perusahaan di Taiwan sering melakukan simulasi bencana gempa bumi.
Selain itu, media massa dan pesan singkat di ponsel sering kali menyebarkan informasi atau peringatan tentang gempa bumi dan kondisi darurat terkait.
Upaya-upaya ini secara signifikan meningkatkan kesadaran atau ketahanan penduduk Taiwan terhadap gempa bumi dan sangat membantu dalam mengurangi kerusakan dan korban jiwa akibat bencana.
Namun, Profesor Stephen Gao juga mencatat bahwa aktivitas geologis yang sering terjadi akan berlanjut selama jutaan tahun, menunjukkan betapa pentingnya persiapan menghadapi gempa bumi.