(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu pagi kemarin (3/4), terjadi gempa bumi berkekuatan 7,2SR di lepas pantai Hualien, Taiwan. Ini juga adalah gempa terkuat semenjak tragedi gempa besar tahun 1999 silam.
Media internasional tidak hanya melaporkan situasi bencana secara LIVE, tetapi juga memperhatikan dampak gempa terhadap industri semikonduktor.
Media CNN dan BBC menyoroti peristiwa ini dengan judul yang menekankan bahwa ini adalah gempa terkuat yang mengguncang Taiwan dalam 25 tahun terakhir.
Sementara media The New York Times melaporkan bahwa gempa ini telah menyebabkan ratusan orang terluka, sekaligus menyoroti upaya Taiwan yang tak henti-hentinya dalam memperbarui sistem pencegahan dan tanggap bencana sejak gempa dahsyat tahun 1999 yang menewaskan hampir 2500 jiwa. Pada tahun 2022, peraturan bangunan baru diterapkan untuk meningkatkan keselamatan struktural bangunan di Taiwan.

Pada tahun 2022, Yuan Legislatif meloloskan amandemen terhadap Pasal 77 ayat (1) Undang-undang Bangunan. Amandemen ini menambahkan bahwa bangunan legal yang ada, yang struktur keamanannya tidak memenuhi peraturan saat ini, maka harus dievaluasi dan diperiksa. Jika perlu, bangunan tersebut harus diperbaiki dan diperkuat secara paksa untuk memastikan keamanan tempat tinggal bagi penghuninya.
Media Associated Press menekankan bahwa kerugian ekonomi akibat gempa ini masih dalam tahap evaluasi. Taiwan, sebagai pemimpin dalam produksi chip komputer paling canggih dan produk teknologi mutakhir lainnya di dunia, ternyata sangat rentan terhadap dampak gempa. Pemadaman listrik di beberapa area setelah gempa berpotensi menyebabkan gangguan pada rantai pasokan dan kerugian finansial.

Media Reuters, mengutip pernyataan pakar yang menyatakan bahwa akibat gempa, pembuat chip semikonduktor seperti TSMC dan UMC sempat menghentikan operasi untuk evakuasi karyawan dan pemeriksaan peralatan. Yang mana ini tentunya akan mengganggu produksi chip tertentu dan berpotensi mengacaukan rantai pasokan semikonduktor untuk kawasan Asia.
Bloomberg melaporkan bahwa gempa bumi terkuat dalam 25 tahun telah terjadi di Taiwan, yang menyebabkan "gangguan produksi di beberapa perusahaan chip terkemuka global". Hal ini berpotensi menimbulkan dampak negatif pada industri teknologi dan ekonomi global.
Laporan Bloomberg di atas menggarisbawahi peran kunci Taiwan dalam produksi chip semikonduktor canggih, yang merupakan dasar dari teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), smartphone, dan kendaraan listrik, sehingga dampaknya bisa sangat luas.
Menurut Administrasi Sains Park Hsinchu, setelah gempa, pabrik TSMC dan Powerchip Semiconductor Manufacturing Corp., di Zhunan melakukan penghentian operasi secara preventif.
Sementara pabrik Innolux Corporation di Zhunan juga sebagian menghentikan produksi mereka. King Yuan Electronics Co dan Taimide Tech sempat mengevakuasi penuh seluruh karyawan mereka.
Sementara pabrik AUO Corporation, United Microelectronics Corporation, Macronix International Co Ltd., dan Powerchip Semiconductor Manufacturing Corp di Hsinchu Science Park beroperasi normal.

United Microelectronics Corporation (UMC) mengungkapkan, staf di Hsinchu Science Park dan Southern Taiwan Science Park telah dievakuasi sesuai dengan standar operasional. Semua personel dalam keadaan aman, fasilitas pabrik berfungsi normal, dan sebagian mesin dihentikan sementara. Staf teknik sedang bekerja keras untuk mengecek dan memulai kembali operasi.
TrendForce menyatakan bahwa Taiwan merupakan pusat produksi DRAM Micron yang penting. Saat ini, Micron telah menghentikan penawaran harga DRAM sementara, menunggu penyelesaian evaluasi kerusakan akibat gempa untuk kemudian melanjutkan negosiasi harga.

Setelah terjadinya gempa kuat di Hualien pada Rabu pagi hari (3/4), "Taiwan" menduduki peringkat pertama dalam tren komentar di Yahoo News Jepang.
Banyak pengguna internet Negeri Sakura, selain memberikan semangat dan doa untuk rakyat Taiwan, juga menyebutkan keinginan untuk membalas budi kebaikan Taiwan yang selalu mengerahkan bantuan ketika Jepang mengalami musibah gempa.