(Taiwan, ROC) --- Insiden keracunan makanan di Polam Kopitam telah menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan pangan di Taiwan. Namun, ada beberapa mitos perihal makanan yang beredar di masyarakat, yang perlu diluruskan.
Dokter spesialis penyakit menular anak, Lee Shang-chien (李尚謙), menjelaskan 6 mitos umum tentang keamanan pangan di Facebook, termasuk "Apakah makanan yang jatuh ke tanah dalam 3 detik masih aman untuk dimakan?" dan "Apakah makanan panas tidak boleh dimasukkan ke dalam kulkas?".
Pada tanggal 28 Maret 2024, Dokter Lee Shang-chien menulis dalam sebuah postingan, "Kasus Distrik Xinyi A13 saat ini masih dalam penyelidikan. Sains membutuhkan bukti untuk berbicara, jadi mari kita tunggu dan lihat apa yang terjadi. Namun, ada beberapa kesalahpahaman (mitos) tentang keamanan pangan yang perlu diluruskan."

Mitos 1: Keracunan makanan selalu disebabkan oleh makanan terakhir yang Anda makan.
Faktanya: Selain beberapa racun dan virus, kebanyakan keracunan makanan membutuhkan waktu lebih lama dari beberapa jam untuk membuat Anda sakit.
Gejala keracunan makanan dapat muncul dalam beberapa jam hingga beberapa minggu setelah makan makanan yang terkontaminasi. Oleh karena itu, makanan terakhir yang Anda makan mungkin tidak bersalah.
Mitos 2: Kasus terburuk dari keracunan makanan hanyalah sakit perut.
Faktanya: Kasus kematian yang terjadi baru-baru ini membuktikan bahwa ini adalah pemikiran yang salah. Meskipun sebagian besar kasus keracunan makanan ringan dan hanya menimbulkan gejala selama satu atau dua hari, tetapi keracunan makanan tidak hanya menyebabkan sakit perut.
Gejala umum lainnya termasuk demam, diare, muntah, dan dehidrasi. Kadang-kadang, gejala ini bisa sangat parah dan memerlukan perhatian medis. Gejala lain yang jarang terjadi tetapi serius, termasuk kelumpuhan, meningitis, dan bahkan kematian.

圖/聯合報
Mitos 3: Makanan yang jatuh ke tanah aman untuk dimakan dalam 3 detik!
Faktanya: Meskipun terlihat dan baunya baik-baik saja, makanan yang jatuh ke tanah akan kotor setelah terkontaminasi. Ini tidak ada hubungannya dengan waktu 3 detik. Selain itu, meskipun beberapa makanan terlihat dan baunya baik-baik saja, tetapi bukan berarti aman untuk dimakan.
Oleh karena itu, jangan mengandalkan penglihatan dan penciuman Anda, untuk menentukan apakah makanan sudah rusak atau tidak. Bakteri yang menyebabkan penyakit tidak akan memengaruhi rasa, bau, atau penampilan pada makanan.
Mitos 4: Makanan panas tidak boleh dimasukkan ke dalam kulkas.
Faktanya: Banyak orang memiliki kesalahpahaman terhadap konsep ini. Faktanya, makanan panas boleh dimasukkan ke dalam kulkas. Makanan harus dibagi menjadi beberapa bagian kecil agar lebih cepat dingin di dalam kulkas.
Makanan yang mudah rusak harus disimpan dalam lemari es dengan suhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah dalam waktu dua jam.
Jika Anda membiarkan makanan menjadi dingin di luar ruangan dan lupa setelah dua jam, maka segera buanglah. Bakteri pada makanan yang disimpan pada suhu ruangan selama lebih dari dua jam dapat berkembang biak dengan cepat.
Jika makanan disimpan di dalam ruangan atau di luar ruangan dengan suhu di atas 32 derajat Celcius, maka makanan harus didinginkan (masuk ke kulkas) atau dibuang dalam waktu satu jam.

圖/今周刊
Mitos 5: Microwave dapat membunuh bakteri.
Faktanya: Microwave tidak dapat membunuh bakteri.
Mitos 6: Makanan aman setelah dipanaskan.
Faktanya: Beberapa bakteri, seperti Bacillus cereus, dan racun yang disekresikannya, seperti asam bongkrek, tidak dapat diurai dengan pemanasan. Bakteri yang paling terkenal menyebabkan keracunan makanan adalah Bacillus cereus.
Bacillus cereus memiliki flagela di seluruh tubuhnya dan menyerupai kaktus. Keracunan makanan dapat disebabkan oleh bakteri itu sendiri atau racun yang dihasilkannya. Ada dua jenis gejala keracunan, yakni muntah dan diare.