(Taiwan, ROC) --- Kejadian keracunan makanan di restoran vegetarian "Polam Kopitiam" menggemparkan masyarakat Taiwan, dengan total 21 kasus keracunan dilaporkan, termasuk 2 kematian dan 5 kasus serius.
Jumat malam kemarin (29/3), Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Wang Pi-sheng (王必勝), mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan laporan kemajuan insiden keracunan makanan di "Polam Kopitiam".
Laporan pemeriksaan menunjukkan bahwa 8 kasus pasien yang mengalami gejala lebih serius, termasuk 2 kematian, 5 di ruang ICU, dan 1 di ruang umum, semuanya ditemukan positif "asam bongkrek".
Namun, penyelidikan lebih lanjut terhadap bahan makanan terkait masih terus berlangsung. Hasil tes saat ini untuk kwetiau, daun pandan, tepung beras yang digunakan di restoran, serta 16 produk dari pemasok, semuanya ditemukan negatif "asam bongkrek".

Wakil Menteri MOHW, Wang Pi-sheng (kiri), dengan ditemani Deputi Direktur Jenderal CDC, Lo Yi-chun (kanan), menggelar konferensi pers bersama. 圖/TVBS
Insiden keracunan makanan di "Polam Kopitiam" terus berkembang, dan malam kemarin Wakil Menteri MOHW, Wang Pi-sheng, dengan ditemani Deputi Direktur Jenderal CDC, Lo Yi-chun (羅一鈞), menggelar konferensi pers bersama.
Hingga pukul 17.30 (29/3), total kasus yang telah terakumulasi menjadi 21 orang, dengan 2 di antaranya meninggal dunia. Dari hasil autopsi yang ada, kedua tubuh jenazah ditemukan positif senyawa "asam bongkrek".
Pada konferensi pers semalam, Wang Pi-sheng menyatakan bahwa 8 kasus pasien yang mengalami gejala lebih serius, semuanya ditemukan positif "asam bongkrek".
Namun, untuk bahan makanan utama, termasuk kwetiau, daun pandan, dan tepung beras, semuanya negatif "asam bongkrek".
Polam Kopitiam 圖/YAHOOTAIWAN
Sebanyak 16 sampel yang diambil dari pihak pemasok, "Da Ban Cheng" di Kota New Taipei juga semuanya negatif.
Selain itu, Wang Pi-sheng menyatakan bahwa insiden keracunan asam bongkrek saat ini terbatas pada konsumen yang makan di "Polam Kopitiam", dari tanggal 17 Maret 2024 hingga 25 Maret 2024, dan belum ada tanda-tanda penyebaran lebih lanjut.
Oleh karena itu, ia menghimbau masyarakat untuk "tidak terlalu panik". Wang Pi-sheng mengatakan, pemeriksaan lanjutan masih akan dilakukan, termasuk diskusi dengan ahli di bidang pertanian, bakteriologi, praktik, dan toksikologi sebelum pedoman terkait dapat ditetapkan.