(Taiwan, ROC) --- Merek mewah seperti Chanel dan Hermès terus meningkatkan harga mereka dalam beberapa tahun terakhir untuk merangsang jumlah permintaan.
Menurut data dari perusahaan Edited, harga produk mewah telah meningkat hingga 25% antara tahun 2019 dan 2022. Laporan terbaru dari Bloomberg menyatakan bahwa Chanel telah menetapkan harga untuk tas klasik ukuran medium mereka di Paris, bahkan melebihi batas €10.000 (sekitar NT$340.000) untuk pertama kalinya, dengan kenaikan harga sebesar 6,2%.
Sebelumnya, ada ahli yang menyatakan bahwa kenaikan harga terus menerus oleh Chanel kemungkinan bertujuan untuk bersaing dengan posisi Hermès.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa Chanel menaikkan harga tas terkenalnya menjadi €10.300 (sekitar NT$350.000), atau naik sekitar 6,2% dari €9.700 euro (sekitar NT$330.000) sebelumnya tahun ini.
Ini menandakan bahwa meskipun jumlah permintaan lemah, tetapi beberapa barang mewah tetap meningkatkan harga mereka.
圖/X
Diketahui bahwa Chanel sering meninjau harga produknya pada bulan Maret dan September. Harga barang mewah di Paris mendapat perhatian khusus karena banyak turis kaya yang berbelanja di Prancis dan melakukan klaim bebas pajak.
Pada tanggal 27 Maret 2024, seorang juru bicara Chanel menyatakan bahwa harga bahan baku dan biaya produksi telah meningkat selama setahun terakhir, yang mana ini mengharuskan penyesuaian harga di banyak took barang mewah.
Kenaikan harga ini berlaku mulai tanggal 27 Maret 2024 di semua pasar, dengan kenaikan rata-rata sebesar 6%.
Pada bulan September 2023, Chanel telah meningkatkan harga produknya di pasar-pasar seperti Tiongkok, Jepang, dan Australia, dengan kenaikan harga berkisar antara 6% hingga 8%.

圖/Blibli
Merek-merek mewah memiliki daya penetapan harga yang kuat, yang berarti mereka tidak akan kehilangan pelanggan bahkan jika mereka menaikkan harga. Namun, semakin banyak tanda yang menunjukkan bahwa banyak pelanggan yang membeli produk entry-level yang mulai menahan diri untuk berbelanja.
Dan mengapa Chanel terus meningkatkan harga? CEO dari perusahaan yang menjual tas mewah bekas Rebag, Charles Gorra, sebelumnya menyatakan bahwa tujuan Chanel mungkin adalah untuk membuat produk mereka lebih langka, menjadi tas paling ikonik, melebihi pesaing seperti tas Birkin atau Kelly dari Hermès.
Gorra mengatakan, Chanel sedang berusaha membuat produk mereka lebih premium, untuk berada di level yang sama dengan Hermès, dan bukan bersaing di level yang setara dengan LV dan Gucci.