(Taiwan, ROC) —- Terkait rencana kenaikan tarif listrik secara keseluruhan, terdengar kabar bahwa tidak hanya MRT Taipei, tetapi juga kereta api Taiwan (TRA) dan kereta kecepatan tinggi (THSR), juga berencana menyesuaikan harga tiket.
Menanggapi kabar yang beredar ini, Menteri Transportasi, Wang Kwo-tsai (王國材) pada Jumat pekan kemarin (22/3) menyatakan bahwa tarif jalan tol tidak mengalami kenaikan selama 18 tahun, dan TRA tidak naik selama 28 tahun. Kenaikan harga tiket ini bukan karena kenaikan harga listrik.
Tiket TPASS (Kartu Pass Langganan Komuter) jarak pendek sudah disubsidi, dan tiket jarak menengah dan panjang akan disubsidi sebagian.
Menteri Transportasi Wang Kwo-tsai. 圖/YAHOOTAIWAN
Namun, Wang Kwo-tsai menekankan, "TPASS tidak akan ada penyesuaian harga. Jika harga tiket naik, maka uang yang dibayarkan masyarakat akan tetap sama, dan bagian subsidi ini akan ditanggung oleh pemerintah."
Namun, dia juga mengatakan bahwa jika harga tiket TRA naik, maka TPASS sendiri tidak akan naik harga. Pemerintah akan menanggung semua biaya kenaikan harga tiket TRA untuk jarak pendek. Kenaikan harga tiket TRA jarak menengah dan panjang masih dalam tahap diskusi. Saat ini belum ada proposal resmi, semuanya masih dalam tahap awal.
Wang Kwo-tsai menambahkan bahwa harga TPASS NT$1200 tidak akan berubah. Jika harga tiket TRA naik, maka uang yang dibayarkan oleh masyarakat akan tetap sama. Pemerintah akan menanggung biaya kenaikan harga tiket tersebut.

圖/工商時報
Ketika ditanya oleh media perihal berapa persentase biaya listrik dalam total biaya operasional kereta, Wang Kwo-tsai mengungkapkan bahwa penggunaan listrik kira-kira sekitar sepuluh persen, dan harus dipertimbangkan secara menyeluruh, THSR beroperasi dengan untung, sedangkan TRA mengalami kerugian.
"Saya pikir kita harus menganalisisnya berdasarkan struktur biaya," tambah Wang Kwo-tsai.