History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pria yang Mem-bully Rekan Kerjanya Sampai Mengundurkan Diri Kini Menghadapi Karma! Netizen Taiwan Terkesan: Karma Zaman Now Datangnya Express!

  • 23 March, 2024
  • 尤繼富
Pria yang Mem-bully Rekan Kerjanya Sampai Mengundurkan Diri Kini Menghadapi Karma! Netizen Taiwan Terkesan: Karma Zaman Now Datangnya Express!
Pria yang Mem-bully Rekan Kerjanya Sampai Mengundurkan Diri Kini Menghadapi Karma! Netizen Taiwan Terkesan: Karma Zaman Now Datangnya Express! 示意圖/取自免費圖庫Pexels

(Taiwan, ROC) --- Dalam bahasa Mandarin dikenal peribahasa, "人前留一線,日後好相見 rén qián liú yī xiàn, rì hòu hǎo xiāng jiàn", arti harfiah: tinggalkan satu garis di depan manusia (orang), di masa depan, baik untuk bertemu kembali.

Pepatah ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang lain, hidup ini penuh dengan perubahan, dan kita tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Orang yang terdahulu pernah bertemu dengan kita, jangan-jangan akan menjadi penyelamat di masa datang.

Belakangan ini, seorang Warganet wanita (kita sebut saja namanya Tari) berbagi pengalaman ketika bekerja di perusahaan sebelumnya. Tari mengalami perlakuan buruk dan bahkan perundungan dari atasannya hingga dia memutuskan untuk mengundurkan diri.

Namun, baru-baru ini Tari mendengar bahwa orang tersebut mengajukan lamaran ke perusahaan tempat dia bekerja saat ini. Dan setelah atasan di perusahaannya sekarang mengetahui bahwa dia pernah diperlakukan tidak adil, sang atasan pun hendak membantu Tari untuk 'membalas dendam'. 

Pengalaman memuaskan ini tidak hanya membuat banyak netizen memberikan tepuk tangan, tetapi juga membuat dia bersemangat menyebutnya sebagai 'balasan (karma) di dunia nyata'.

圖/TVBS

"Saya baru saja mengalami sesuatu yang membuat saya sangat bersyukur dan ingin berbagi dengan orang lain!" tulis Tari di media sosial lokal Taiwan, Dcard.

Tari menerangkan bahwa di perusahaan sebelumnya, ada seorang kolega pria yang menggunakan posisinya sebagai kepala divisi untuk melecehkan bawahannya secara terus-menerus. Situasi menjadi lebih buruk ketika seorang manajer wanita di perusahaan tersebut memuji sang atasan, membuatnya dipromosikan, dan tindakannya semakin menjadi-jadi.

Dia sering memerintahkan bawahan untuk melakukan tugas di luar tanggung jawab pekerjaan mereka. Dan parahnya, saat terjadi masalah, ia langsung menyalahkan bawahan yang sudah mati-matian membantunya. Alhasil, tidak sedikit karyawan yang berada di bawahnya harus kehilangan bonus kinerja.

Selain itu, atasan bersangkutan juga sering menargetkan Tari, mencari-cari kesalahannya, dan bahkan mengompori seluruh rekan kerja untuk melecehkan dia, membuatnya hidup dalam penderitaan selama berbulan-bulan. Tari sering kali pulang kerja dalam keadaan menangis sambil mengendarai sepeda motor.

"Saya benar-benar tidak tahu apa yang saya lakukan padanya," tulis Tari.

原PO被主管霸凌到離職。(示意圖/達志影像Shutterstock)

圖/TVBS

Hingga pada suatu hari, Tari secara tidak sengaja menemukan bahwa atasannya logout dari aplikasi chat (obrolan). 

Dari situlah diketahui bahwa atasannya sengaja mencari-cari kesalahan dan berusaha menyingkirkannya karena "wanita yang disukai sang atasan tidak menyukai Tari".

Alasan yang tidak dapat diterima ini, ditambah dengan sikap rekan kerja lainnya, membuat Tari kecewa dan akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.

Beruntungnya, setelah mengundurkan diri, Tari dengan cepat menemukan pekerjaan impian dan mendapat perlakuan yang baik. 

"Saya sangat menikmati bekerja di perusahaan saat ini, saya juga memiliki hubungan baik dengan rekan kerja. Meskipun ini perusahaan kecil, tetapi atmosfer kerjanya sangat menyenangkan," tulis Tari.

 Namun, baru-baru ini, manajernya tiba-tiba menunjukkan nama seseorang dan menanyakan apakah Tari mengenalinya. Dan saat melihat nama tersebut, Tari terkejut dan bergumam di dalam hati, "Itu kan si XXX!" 

Meski masih diselimuti perasaan sakit hati yang mendalam, Tari tetap berperilaku tenang di depan manajernya kini. Dia pun secara diplomatis menjelaskan kepada manajernya bahwa "orang ini mungkin tidak cocok dari segi kepribadian." 

Tidak disangka, manajernya kemudian bertanya lebih lanjut mengenai alasannya keluar dari perusahaan terdahulu, dan Tari pun jujur mengatakan bahwa dia di-bully oleh orang tersebut hingga mengundurkan diri.

Saat itu, sang manajer dengan gagah berani mengatakan kepada Tari untuk jangan khawatir, "Saya akan membantumu membalas dendam!". 

遇到職場霸凌怎麼辦?該去或是留?被傷害不是你的錯,謹記4個要訣!|518職場熊報

圖/shutterstock

Kemudian, terdengar kabar bahwa orang tersebut "langsung dicoret" dan tidak diterima kerja. Hal ini membuat Tari merasa bersyukur dan tersentuh, "Bohong kalau saya bilang tidak bahagia! Saya tidak tahu apakah ini bisa disebut karma baginya, meskipun orang bilang kita harus berlapang dada dan tetap menjaga hubungan baik, tapi saya tidak perlu itu untuk orang seperti dia. Saya harap tidak akan bertemu dengannya lagi di kehidupan ini."

Banyak netizen yang membaca postingan Tari pun sangat puas akan kinerja manajernya yang sekarang. 

Ada netizen yang meninggalkan komentar, "Maka dari itu, jangan pernah menjadi orang yang terlalu jahat, karma seperti ini sangat menyenangkan. Untungnya kamu sudah keluar dari sana, sehingga kamu menemukan perusahaan yang lebih baik."

"Orang yang melakukan perundungan di tempat kerja, pantas mendapatkan balasannya. Jika saya adalah manajermu, saya akan mempekerjakannya, dan kemudian membuatmu menjadi atasan dia," tulis netizen lain.

Komentar

Terbarumore