(Taiwan, ROC) -- Ditjen Pengawas Obat-obatan dan Makanan (FDA) Taiwan mengumumkan hasil terbaru dari tes radiasi nuklir produk makanan Jepang, terdeteksi kandungan Sensium-137 (radiosesium) dalam jumlah kecil pada irisan pinggiran jamur (kayu awal) dan telah meminta pihak pemasok untuk menolaknya, ini juga merupakan kali perdana terdeteksi adanya kandungan radiasi nuklir pada produk makanan yang diimpor dari Jepang.
Berdasarkan peraturan standar residu radiasi nuklir produk makanan Taiwan, batasan kandungan “Sensium 134” dan “Sensium-137” pada minuman dan air kemasan adalah 10becq/kg, produk makanan dan susu bayi sebesar 50becq/kg, sedangkan produk makanan lainnya sebesar 100becq/kg.
Berdasarkan statistik FDA Taiwan, terhitung mulai 15 Maret 2021 hingga 17 Maret 2024, terdapat 254 produk yang terdeteksi mengandung radiasi nuklir dari seluruh pengetesan terhadap produk makanan dari 228.142 kloter yang masuk dari Jepang, tetapi rata-rata tidak melampaui standar kandungan radiasi Taiwan dan Jepang.
Sejak terjadinya gempa dengan tsunami yang mengakibatkan insiden kebocoran pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima Jepang pada tahun 2021, Taiwan memberlakukan larangan impor produk makanan dari 5 kabupaten di Jepang hingga pada 21 Februari 2022 larangan dicabut diganti dengan pengetesan kandungan radiasi nuklir dari produk makanan yang masuk dari kawasan ini.