History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kerja Sama dan Pertukaran Perpustakaan Taiwan-Korsel, Memperkuat Pengalaman Digitalisasi dan Pengumpulan Buku Kuno

  • 23 March, 2024
  • 李珮菁
Kerja Sama dan Pertukaran Perpustakaan Taiwan-Korsel, Memperkuat Pengalaman Digitalisasi dan Pengumpulan Buku Kuno
Kerja sama pertukaran antara perpustakaan Taiwan dan Korea Selatan dihadiri Kepala Perpustakaan Nasional, Wang Han-qing (kanan) dan Direktur Institut Studi Korea, Chong Jong-sup (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Kerja sama pertukaran antara perpustakaan Taiwan dan Korea Selatan mencapai tingkat yang lebih tinggi, Perpustakaan Nasional Taiwan dan Institut Studi Korea pada 20 Maret lalu menandatangani perjanjian kerja sama. Kedua belah pihak juga mengatur para peneliti ahli untuk menyampaikan laporan khusus tentang digitalisasi teks kuno dan pelestarian dokumen.

Perpustakaan Nasional menyatakan bahwa Taiwan-Korea Selatan telah menandatangani “Perjanjian Kerja Sama Komprehensif” dan “Perjanjian Kerja Sama Katalog Bersama Teks Klasik Tiongkok”, serta saling memberikan salinan barang koleksi berharga tinggi seperti “Jingbirok” merupakan catatan tangan pertama dari Perang Imjin yang ditulis oleh pejabat tinggi Joseon, Ryu Seong-ryong, dan salinan “The Diamond Prajna Paramita Sutra” kuil Zifu dari Dinasti Yuan.

Kepala Perpustakaan Nasional, Wang Han-qing (王涵青) dalam kata sambutannya menyampaikan, kerja sama kali ini membuat Institut Studi Korea menjadi mitra ke-29 dalam “Perjanjian Kerja Sama Komprehensif” Perpustakaan Nasional, dan menjadi lembaga ke-94 dalam “Perjanjian Kerja Sama Katalog Bersama Teks Klasik Tiongkok”. Dirinya berharap kedua belah pihak dapat bersama-sama berupaya dalam pemeliharaan dan penggunaan warisan peradaban manusia.

Direktur Institut Studi Korea, Chong Jong-sup dalam pidatonya menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya tidak hanya mempromosikan berbagai proyek terkait warisan budaya dan dokumen Korea, tetapi juga terus melakukan penelitian tentang budaya tradisional serta menjelaskan nilai dan maknanya. Mereka memimpin penelitian dan promosi studi Korea di berbagai bidang, dan semakin bergerak maju menuju topik-topik seperti penelitian digitalisasi, menyambut periode transformasi yang baru.

Chong Jong-sup menyampaikan, dirinya berharap kunjungannya ke Taiwan kali ini akan meningkatkan hubungan akademis bilateral, pertukaran publikasi, pertukaran personel, dan berbagi sumber daya antara Institut Studi Korea, Perpustakaan Nasional Taiwan dan Academia Sinica.

Institut Studi Korea didirikan pada tahun 1995, dan berlokasi di kota Andong, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan, yang dikenal sebagai “Kota Konfusius” di Korea. Institut tersebut melakukan penelitian dan mengumpulkan warisan sastra rakyat Korea secara sistematis. Koleksi mereka mencakup lebih dari 650.000 volume teks klasik, dengan beberapa di antaranya terdaftar sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Sejak didirikan, Institut ini telah menjadi salah satu lembaga terkemuka dalam promosi dan penelitian studi konfusianisme di Korea, dan mendapat perhatian luas dari komunitas akademis internasional.

Komentar

Terbarumore