(Taiwan, ROC) —- Sebagian besar orang percaya bahwa lulusan dari universitas ternama akan memiliki keuntungan lebih baik, mulai dari mencari pekerjaan hingga pengembangan karier.
Namun, baru-baru ini, seorang alumnus universitas terbaik di Taiwan, National Taiwan University (NTU), berbagi bahwa pekerjaan pertamanya setelah lulus adalah sebagai kontrol kualitas di perusahaan farmasi dengan gaji hanya NT$37.000 plus bonus tahunan 2 bulan.
Dia sangat tidak puas, merasa setelah meraih gelar magister (S2), hanya mendapatkan gaji NT$30.000 lebih.

圖/DCARD
Seorang Warganet baru-baru ini mengunggah postingan di media sosial lokal Taiwan, Dcard, menyatakan bahwa dia, berusia 26 tahun dan lulusan magister dari NTU, mendapatkan pekerjaan pertama di kontrol kualitas farmasi dengan gaji bulanan hanya NT$37.000 dan bonus tahunan 2 bulan.
Ia semakin merasa kecewa dan berpikir bahwa setelah meraih gelar magister, ternyata gajinya tidak sebanding dengan pendidikannya.
“Saya merasa gagal! Gaji ini benar-benar membuat saya sedih,” tulis sang Warganet.

Universitas Nasional Taiwan 圖/YAHOOTAIWAN
Banyak netizen menyarankan dia untuk menetapkan tujuan jangka panjang, tidak terburu-buru mencari pekerjaan baru, dan mempertimbangkan potensi kenaikan gaji dan pengembangan karier di tempat kerjanya saat ini. Gaji NT$37.000 merupakan nilai dari posisi yang dijabat di perusahaan tersebut, dan mungkin berbeda di perusahaan lain.
Selain itu, juga muncul komentar dari netizen yang juga adalah senior dari institut bioteknologi NTU. Ia mengatakan bahwa pekerjaan pertamanya juga di perusahaan farmasi dengan gaji hanya NT$38.000, dan saat wawancara di setiap perusahaan, mereka menawarkan gaji yang serupa. Bahkan HRD perusahaan mengatakan, gaji NT$38.000 sudah lebih tinggi dari yang ditawarkan oleh kebanyakan industri lainnya.
“Kami pernah mendengar ada yang mendapat gaji NT$32.000 setelah lulus magister. Di lingkungan lulusan magister, jika ada yang mendapat pekerjaan dengan gaji NT$40.000, itu sudah membuat banyak orang lain iri. Jadi, bisa dibilang pendidikan ternyata tidak sama dengan ekspektasi gaji,” tulis netizen bersangkutan.