(Taiwan, ROC) --- Ketika indeks saham Taiwan, Taiwan Capitalization Weighted Stock Indeks (TAIEX) mendekati 20.000 poin, seluruh masyarakat Taiwan tergila-gila mengejar produk finansial reksa dana ETF (Exchange Traded Fund).
UPAMC Taiwan High Dividend Momentum ETF "00939" (統一台灣高息動能ETF 00939) yang segera melantai, baru saja menciptakan rekor sebagai ETF dengan dana kelolaan tertinggi saat peluncuran, yakni mencapai NT$53,1 miliar.
Kemudian, Yuanta Taiwan Value High Dividend ETF "00940" (元大台灣價值高息00940) yang menawarkan harga kepemilikan reksa dana dengan harga terjangkau, yakni NT$10.000, kembali memecahkan rekor.
Tidak hanya menjadi topik perbincangan paling hangat pekan lalu, tetapi juga merupakan kata kunci dengan volume pencarian internet tertinggi di Taiwan.
Pihak pialang memperkirakan, dalam waktu singkat 5 hari, dana yang dihimpun "00940" bisa menembus NT$200 miliar, menjadikannya "bayi raksasa".
Fenomena demam ETF seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, dengan Taiwan berhasil mencatat tingkat pertumbuhan ETF tertinggi di dunia.

圖/BLOOMBERG
Pakar finansial, Zhong Guo-zhong (鍾國忠) menyatakan, saham AI melonjak secara keseluruhan pada tahun lalu berkat dukungan dari CEO NVIDIA, Jensen Huang (黃仁勳).
Tingkat kepemilikan reksa dana ETF kian diminati banyak warga dan seakan-akan menjadi gerakan nasional di Taiwan. Hal ini disebabkan banyaknya investor yang merasakan manisnya dividen, dan kemungkinan cuan dari selisih harga ETF.
Apalagi kinerja reksa dana cukup positif, membuat pemberitaan ini menyebar dengan sangat cepat dari mulut ke mulut.

圖/碎念女子
Ketua Taiwan Investment Trust & Consultants Association (SITCA), Liu Zong-seng (劉宗聖) menganalisis, tingkat tabungan masyarakat Taiwan cukup tinggi, dengan jumlah "tabungan berlebih" melampaui angka NT$3 triliun.
Selain menyimpan di deposito, warga Taiwan juga menyukai membeli polis asuransi dan reksa dana luar. Ketika lingkungan keuangan berubah dan menghadapi masyarakat super tua, ETF dividen tinggi mulai digemari para investor.
Namun, demam ETF yang terlalu membara baru-baru ini membuat pihak berwenang berkali-kali mengingatkan untuk mendinginkan situasi.
Gubernur Bank Sentral, Yang Chin-long (楊金龍) bahkan memperingatkan investor untuk berhati-hati terhadap "Efek Kawanan".
"Efek Kawanan" atau dalam bahasa Inggris herd behavior, adalah kecenderungan individu untuk mengikuti tindakan atau perilaku orang lain, tanpa pertimbangan yang matang atau analisis yang mendalam.

Ada Untung Pasti Ada Rugi, Jangan Taruh Semua Kekayaan
Investor ternama di Taiwan, Chen Zhong-ming (陳重銘), yang dijuluki "Guru Tak Terkalahkan", mengatakan ETF bukanlah instrumen keuangan kebal. Saat pasar sedang bearish, ETF juga akan ikut turun.
Saat ini indeks saham Taiwan TAIEX sedang di level tinggi, langkah bijak adalah bersabar dan tak perlu terburu-buru membeli. Tunggu TAIEX turun 10-20% dulu, maka peluang keberhasilan akan lebih besar.
Chen Zhong-ming juga tidak menganjurkan orang untuk meminjam uang lalu meletakkan seluruh modalnya pada produk ETF.
Dia mengingatkan, saat indeks TAIEX di taraf 20.000, maka harus lebih berhati-hati saat hendak mengajukan pinjaman untuk modal investasi, karena ETF dan saham tidak selalu menjamin Anda untuk untung.
Chen Zhong-ming menerangkan bahwa ada netizen yang meminjam NT$8 juta untuk membeli ETF dividen tinggi. Jika dividen tahunan adalah 8%, setelah dikurangi bunga pinjaman, maka keuntungan tahunan adalah 5%, atau dengan kata lain modal NT$8 juta dapat menghasilkan NT$400.000 per tahun.
Namun, jika perkiraan optimisnya meleset, dan harga saham turun 10%, maka NT$8 juta yang dipinjam akan mengalami kerugian NT$800.000. Diperlukan waktu 2 tahun dividen untuk menebus kerugian 10% dari penurunan harga saham. Berinvestasi dengan meminjam uang akan meningkatkan tekanan psikologis.

圖/三立新聞
Ia percaya bahwa jika investor dapat berinvestasi secara rasional, maka produk reksa dana ETF cukup positif untuk dilihat.
Dari sudut pandang investor bermodal minim atau mereka yang tengah menyusun perencanaan keuangan pensiun, maka suku bunga deposito sangat rendah dan tidak dapat mengalahkan tingkat pertumbuhan inflasi.
Sedangkan portofolio investasi ETF tidak hanya memiliki efek diversifikasi risiko, tetapi bagi investor pemula atau yang tidak terlalu memahami gejolak saham, ini setara dengan mempercayakan manajer profesional untuk mengelola aset keuangan mereka.
Karena desain ETF terkait dengan fundamental, maka pihak pengelola akan menyesuaikan secara berkala mengikuti tren pasar. Di satu sisi, kinerjanya lebih baik daripada deposito, dan di sisi lain, mereka juga menyediakan payung pelindung untuk aset.