(Taiwan,ROC) -- Pada hari pertama perayaan Tahun Baru Imlek, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menelepon Ketua Partai Kuomintang (KMT), Eric Chu (朱立倫), dan Ketua Partai Rakyat Taiwan, Ko Wen-je (柯文哲), untuk memberikan ucapan selamat dan sekaligus mengundang mereka untuk bertemu.
Pertemuan antara Tsai dengan Ko dihelat pada tanggal 14 Maret 2024 di Istana Kepresidenan, membahas berbagai isu penting seperti, reformasi pensiun tenaga kerja, peningkatan anggaran pertahanan, penguatan jaringan pengaman sosial, dan platform komunikasi antar-partai.
Ini merupakan kali pertama Presiden Tsai secara resmi berdiskusi tentang urusan negara dengan pemimpin oposisi sejak menjabat pada tahun 2016, dan ia juga berharap dapat menemui Eric Chu di waktu yang tepat.
Pada Jumat hari ini (15/3), Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) saat berada di Yuan Legislatif menyampaikan terima kasih kepada Presiden Tsai Ing-wen dan Ko Wen-je atas pertemuan mereka yang memberikan banyak masukan berharga untuk urusan negara.
Isu seperti jaminan sosial dan pembelian peralatan militer adalah tugas yang sangat penting, dan dia senang melihat kerja sama antara pemerintah dengan partai oposisi yang terjalin tanpa dibayangi prasangka.
PM Chen juga menyerukan agar pemerintah dan partai oposisi saling mengawasi dan menyeimbangkan antar satu dengan yang lain. Kedua belah pihak perlu bersatu dan bekerja sama untuk membangun Taiwan yang hangat dan tangguh.
PM Chen mengatakan, 《外240315-02-陳建仁(男)31"》"Kita perlu saling mengawasi dan menyeimbangkan antara pemerintah dengan oposisi, tetapi juga perlu kerja sama dan persatuan untuk membangun Taiwan yang lebih tangguh dan hangat. Saya merasa proses negosiasi antara pemerintah dan oposisi sangat membantu, ini juga menunjukkan bahwa demokrasi di Taiwan semakin matang, dan pengembangan demokrasi bebas ini adalah sesuatu yang harus kita hargai. Dengan demikian, Taiwan pasti akan menjadi semakin baik."
Dalam sebuah wawancara pada Jumat pagi ini, Ko Wen-je menyatakan, memiliki platform komunikasi antara pemimpin partai politik bukan hanya bermanfaat tetapi juga sangat diperlukan.
Ko Wen-je juga menyampaikan bahwa pertemuan ini diinisiasi oleh Presiden sendiri, sehingga tidak ada alasan untuk menolak.
Anggota legislator Partai KMT mengkritisi pertemuan dengan Presiden Tsai Ing-wen menjelang akhir masa jabatannya hanya merupakan pencitraan.
Menanggapi hal di atas, Sekjen Partai Progresif Demokratik (DPP) di Yuan Legislaltif, Wu Su-yao (吳思瑤) menanggapi bahwa melakukan hal yang benar tidak pernah terlambat, masyarakat harus melihatnya secara positif, dan berharap Partai KMT juga bisa memperlihatkan niat baik untuk memperluas kerja sama dan persatuan antar partai.