History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menerima Kedatangan CAP, Amerika Serikat, Presiden Tsai: Kerja Sama Taiwan-AS Membangun Rantai Pasokan yang Tangguh

  • 13 March, 2024
  • 尤繼富
Menerima Kedatangan CAP, Amerika Serikat, Presiden Tsai: Kerja Sama Taiwan-AS Membangun Rantai Pasokan yang Tangguh
Menerima Kedatangan CAP, Amerika Serikat, Presiden Tsai: Kerja Sama Taiwan-AS Membangun Rantai Pasokan yang Tangguh

(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu hari ini (13/3), Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menyambut delegasi "Center for American Progress" (CAP) dengan menyatakan bahwa, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Indo-Pasifik menghadapi tantangan ekspansi otoritarianisme, dengan Taiwan berada di garis depan menghadapi ancaman besar.

Selain berbagi nilai universal demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia, Taiwan juga merupakan mitra ekonomi dan perdagangan penting bagi AS. Taiwan akan terus memperluas kerja sama dengan negara-negara yang memiliki ideologi serupa, termasuk Amerika Serikat, untuk menciptakan rantai pasokan yang lebih tangguh.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Tsai menyatakan bahwa CAP adalah salah satu think-tank terpenting di Washington, yang saran dan kebijakannya sangat diperhatikan oleh pemerintah AS.

Beliau sangat menyambut baik kedatangan Ketua CAP, Thomas A. Daschle, yang kembali bertandang ke Taiwan, dan menyambut mitra CAP, seraya menantikan pertukaran pandangan tentang hubungan AS, keamanan nasional, dan isu-isu lainnya dengan tim delegasi.

Beliau kemudian melanjutkan bahwa dirinya ingin mengucapkan terima kasih kepada mantan anggota Kongres AS, Tom Price, atas supportnya dalam berbagai resolusi terkait kerjasama keamanan Taiwan-AS dan dukungan untuk partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional, yang mana ini adalah tindakan nyata dalam mendukung Taiwan.

Tahun ini menandai 45 tahun legislasi Taiwan Relations Act, yang merupakan fondasi penting dalam hubungan Taiwan-AS dan juga simbol dari hubungan persahabatan yang kuat antara Taiwan dengan AS.

Presiden Tsai menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Indo-Pasifik menghadapi tantangan ekspansi otoritarianisme, dengan Taiwan berada di garis depan menghadapi ancaman besar.

Ditambah lagi dengan tantangan pandemi global dan perubahan iklim ekstrem, dunia menjadi sangat sadar bahwa hanya dengan kerja sama dan solidaritas di antara negara-negara demokratis, maka tantangan tersebut dapat teratasi.

Kepala Negara menekankan bahwa selain berbagi nilai universal demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia, Taiwan dan AS juga merupakan mitra ekonomi dan perdagangan penting.

Inisiatif Perdagangan Abad ke-21 Taiwan-AS telah menyelesaikan penandatanganan perjanjian awal, dan berharap ini dapat menjadi dasar untuk segera menyelesaikan masalah pajak ganda, guna menyediakan lingkungan investasi yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.

Taiwan juga akan terus berkolaborasi secara internasional untuk membangun rantai pasokan yang lebih tangguh.

Presiden Tsai mengatakan, "Di masa depan, kami akan terus mengembangkan kerja sama dengan AS dan negara-negara berpikiran sama di seluruh dunia, seperti berbagi pengalaman di bidang kesehatan masyarakat, transisi energi bersih, dan lainnya, untuk bersama-sama membangun rantai pasokan yang tangguh."

Presiden juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada CAP atas perhatian dan kontribusinya terhadap isu Taiwan dan global. Kedatangan delegasi memperlihatkan hubungan kemitraan yang erat antara Taiwan dengan AS.

Beliau berharap, melalui pengaruh CAP, maka kedua pihak dapat bersama-sama menjaga stabilitas dan perdamaian regional, serta mendorong kemakmuran global yang lebih signifikan.

Komentar

Terbarumore