(Taiwan, ROC) -- Krisis keamanan pangan yang dipicu oleh bubuk cabai "Sudan Merah" semakin meluas. Pada Selasa hari ini (12/3), Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) menyatakan bahwa pemerintah telah mengadakan rapat untuk membahas isu "Sudan Merah", serta melakukan review menyeluruh, termasuk pencegahan di hulu, prioritas investigasi, dan peningkatan inspeksi. Dari sisi konsumen, PM Chen menekankan bahwa pemerintah akan memperkuat pelacakan di hulu. Produk yang dilarang dari peredaran harus segera ditarik, yang bersalah akan dihukum. Pihaknya akan berusaha untuk menyelesaikan penarikan bubuk cabai ilegal dalam satu bulan ke depan, guna memastikan sektor keamanan pangan.
Krisis keamanan pangan akibat bubuk cabai "Sudan Merah" terus berkembang. Pada tanggal 11 Maret 2024, pemerintah telah mengadakan "Rapat Penyelidikan Kasus Sudan Merah" yang akan berfokus pada pencegahan di hulu dan inspeksi di pasar. Rapat tersebut juga mencapai tujuh kesepakatan utama. Sebelum menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif pada Selasa hari ini (12/3), PM Chen mengatakan bahwa ia telah meminta Wakil PM Cheng Wen-tsan (鄭文燦) untuk mengoordinasikan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Kementerian Kehakiman (MOJ), Kementerian Pendidikan (MOE), Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV), dan Kementerian Ekonomi (MOEA) untuk melakukan review menyeluruh terhadap kasus bubuk cabai "Sudan Merah".
Proses review terutama berfokus pada pencegahan dari sumber (hulu), investigasi sebagai prioritas, dan memperketat audit terhadap perusahaan. Semua produk impor harus diperiksa secara batch demi batch, dan perusahaan yang melanggar aturan tidak akan diizinkan untuk mengimpor lagi, serta semua produknya akan dimusnahkan. PM Chen menekankan bahwa di sisi konsumen, pemerintah juga akan memperkuat pelacakan produk di hilir. Produk yang harus ditarik akan ditarik, yang harus didenda akan didenda.
PM Chen mengatakan, “Kami juga meminta Kementerian Kehakiman untuk secara tegas menyelidiki produsen ilegal dan menghentikan kejadian seperti ini terulang lagi, serta secepatnya dalam satu bulan, memastikan semua produk yang mengandung bahan bubuk cabai ilegal ini ditarik dari peredaran."
Selain itu, sehubungan dengan menjabatnya William Lai (賴清德) sebagai Presiden, tersiar rumor bahwa William Lai tidak puas dengan kinerja Kementerian Pengembangan Digital (MDA), Kementerian Transportasi (MOTC), Kementerian Ekonomi (MOEA), dan Kementerian Pertanian (MOA). Bahkan internal Partai Progresif Demokratik (DPP) mengkritik kementerian-kementerian di atas sebagai hal yang melemahkan dalam pemilu. Menanggapi hal di atas, PM Chen menyatakan bahwa itu adalah pernyataan yang sepenuhnya spekulatif dan tidak akurat. Dia percaya bahwa setiap anggota kabinet bekerja dengan hati-hati di posisi mereka untuk kebaikan dan manfaat negara, dan semua orang tentunya berharap untuk membuat Taiwan menjadi negara yang lebih tangguh dan ramah.