(Taiwan, ROC) --- Seorang kapten kapal Taiwan dari kapal penangkap ikan "TENN MING YANG NO.368 (振銘洋368號)" yang berasal dari Donggang, Kabupaten Pingtung, Taiwan, mengalami pemukulan oleh anak buah kapal (ABK) di Pelabuhan Louis, Mauritius pada tanggal 7 Maret 2024.
Ditjen Perikanan Taiwan (FA) telah mengkonfirmasi kejadian tersebut pada Sabtu kemarin (9/3). Setelah melakukan kontak dan verifikasi, FA memastikan bahwa kapten bersangkutan telah dirawat di rumah sakit dan saat ini sedang beristirahat di Mauritius.
FA telah menugaskan staf khusus di Kantor Perwakilan Mauritius untuk mengunjungi dan memahami situasi yang ada.
FA juga meminta pemilik kapal untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian Mauritius, dan tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan.
Jika terbukti bahwa ABK benar-benar melakukan pemukulan, maka FA akan melarang ABK yang terlibat untuk bekerja di kapal ikan Taiwan di masa mendatang.
FA juga akan menyelidiki jika ada perilaku pengelolaan yang tidak pantas oleh para petugas kapal, maka akan ditindak sesuai dengan hukum demi memastikan keadilan dan melindungi hak-hak yang sah.

圖/太報
FA menerangkan bahwa kapten Taiwan tersebut dianiaya oleh beberapa ABK berkebangsaan Indonesia. Motif penganiayaan masih belum diketahui, tetapi kejadian tersebut telah direkam dan diunggah ke internet.
FA melanjutkan, kapten dan ABK bekerja di atas kapal yang sama. Jika terjadi miskomunikasi atau ABK ingin menyampaikan keluhan, seharusnya dilakukan melalui jalur resmi seperti pengaduan.
Selain hotline pengaduan Kementerian Ketenagakerjaan (1955 dari dalam negeri, +886-2-8073-3141 dari luar negeri), FA juga telah membangun "Platform Layanan Interaksi ABK Luar Negeri" untuk menerima pengaduan online.
FA juga menerjunkan staf untuk mengunjungi ABK di pelabuhan domestik dan luar negeri serta memeriksa kondisi ketenagakerjaan mereka.
FA menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi aksi kekerasan dalam bentuk apa pun, baik terhadap ABK maupun kapten. FA akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan dan hak-hak para ABK dan kapten kapal ikan Taiwan.

圖/CNA
FA mengimbau kepada para pengusaha kapal ikan jarak jauh, kapten, dan ABK untuk bekerja sama dengan baik dan saling menghormati demi menjaga lingkungan kerja yang harmonis di atas kapal.
FA akan terus menyelidiki kasus penganiayaan kapten Taiwan oleh ABK di Mauritius. Jika terbukti benar, maka FA akan melarang ABK yang terlibat untuk bekerja di kapal ikan Taiwan di masa mendatang.
FA juga akan menyelidiki apakah terdapat kelalaian dalam pengawasan dari pihak perwira kapal dan akan menindak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
FA menegaskan bahwa pihaknya akan selalu menjunjung tinggi keadilan dan melindungi hak-hak semua pihak.
FA juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi para ABK dan kapten kapal ikan Taiwan.