(Taiwan, ROC) --- Banyak orang mungkin sering mengorek hidung, bahkan ada beberapa orang yang menjadi semakin ketagihan ketika melakukannya. Hati-hati karena ini bisa jadi merupakan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)!
Obsessive compulsive disorder atau OCD adalah salah satu jenis gangguan mental yang membuat penderitanya melakukan tindakan tertentu berulang kali.
Seorang dokter spesialis paru di Taiwan, Dr. Ooi Hean (黃軒), menyatakan bahwa penelitian menunjukkan orang yang sering mengorek hidung memiliki jumlah Staphylococcus Aureus di dalam rongga hidung mereka yang jauh lebih tinggi, dan yang lebih menakutkan lagi adalah tidak mencuci tangan setelah mengorek hidung.
Staphylococcus Aureus (S. aureus) adalah bakteri gram positif yang berbentuk bulat dan sering ditemukan di hidung dan kulit manusia.
圖/PEXELS
Dalam postingannya di Facebook, Dokter Dr. Ooi Hean menyatakan bahwa meskipun mengorek hidung adalah perilaku yang sangat umum, tetapi dapat berdampak negatif terhadap kesehatan.
Sebuah penelitian dari luar negeri menunjukkan bahwa orang dengan kebiasaan mengorek hidung memiliki jumlah Staphylococcus Aureus yang jauh lebih banyak di dalam rongga hidung dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.
Selain itu, risiko terinfeksi virus SARS-CoV-2 juga relatif lebih tinggi.
Dr. Ooi Hean lebih lanjut menjelaskan bahwa penelitian tersebut mengingatkan orang untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko kesehatan dari perilaku mengorek hidung, dan melalui pendidikan serta promosi kesehatan publik, mendorong untuk menghindari atau mengurangi perilaku ini, terutama ketika berada di tempat umum dan institusi medis, karena ini dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit.
圖/FREEPIK
Dr. Ooi Hean menunjukkan bahwa mengorek hidung bagi sebagian besar orang hanyalah sebuah tindakan yang tidak berbahaya, tetapi ada sejumlah kecil orang yang bisa berkembang menjadi kebiasaan mengorek hidung (rhinotillexomania), yang merupakan jenis OCD serius.
Mengenai hal ini, Dr. Ooi Hean mengungkapkan bahwa dia sering melihat 3 perilaku negatif manusia saat mengorek hidung, termasuk mengusap jari dengan tisu secara asal, menggunakan pakaian untuk membersihkan jari, dan yang paling buruk adalah tidak mencuci atau menyeka sama sekali lalu langsung melanjutkan menggunakan ponsel.
Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu mencuci tangan segera setelah mengorek hidung, karena jari tangan bisa terkontaminasi banyak kuman yang tidak terlihat oleh mata telanjang, yang bisa secara tidak sengaja menimbulkan bahaya bagi tubuh.