(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 16 Februari 2024, Taiwan dan India telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) kerja sama ketenagakerjaan melalui video conference. Menteri Ketenagakerjaan (MOL), Hsu Ming-chun (許銘春), Rabu hari ini (6/3) menyatakan bahwa kedua belah pihak telah menyelesaikan proses pertukaran dokumen pada tanggal 26 Februari 2024.
Langkah selanjutnya adalah melaporkan ke Yuan Eksekutif dan Yuan Legislatif untuk ditinjau. Tahap awal akan diimplementasikan dalam skala kecil sebagai pilot project.
Pada Rabu hari ini (6/3), Komisi Yuan Legislatif Kesejahteraan Sosial dan Lingkungan Hidup mengundang MOL dan kementerian lainnya untuk menyampaikan laporan khusus mengenai "dampak pembukaan pekerja migran India terhadap pasar tenaga kerja lokal" , serta melakukan sesi tanya jawab.
Menteri MOL, Hsu Ming-chun, mengatakan bahwa Taiwan dan India telah menyelesaikan penandatanganan MOU melalui video conference pada tanggal 16 Februari 2024.
Pada tanggal 26 Februari 2024, MOFA menginformasikan MOL bahwa kedua belah pihak telah menyelesaikan proses pertukaran dokumen. MOL selanjutnya akan melaporkan kepada Yuan Eksekutif dalam waktu 30 hari untuk ditinjau dan dikirim ke Yuan Legislatif untuk diperiksa.
Menteri MOL menambahkan, setelah proses tinjauan selesai, akan diadakan pertemuan tingkat kerja dengan pihak India. Saat ini, waktu pertemuan belum ditentukan.
Pertemuan tingkat kerja akan membahas berbagai aspek, termasuk jumlah pekerja, industri, daerah asal, kondisi bahasa, dan keterampilan, serta tetap akan menghormati keberagaman budaya. Asalkan migran India memenuhi persyaratan terkait, maka mereka dipersilakan untuk mendaftar.
Menteri Hsu Ming-chun mengatakan, "Rencana kami adalah untuk melakukan uji coba skala kecil, dan selanjutnya akan dikembangkan sesuai situasi. Ini belum pasti, tergantung pada hasil diskusi pertemuan tingkat kerja, jadi jadwalnya belum bisa ditentukan."
Anggota Yuan Legislatif dari Partai Kuomintang, Wang Yu-min (王育敏), menyampaikan pertanyaan tentang mengapa MOU antara Taiwan dan India menimbulkan banyak kontroversi. Kuncinya adalah kurangnya transparansi, ketidak-akuratan, dan kurangnya komunikasi.
Bahkan sehari sebelum penandatanganan MOU, masih dikatakan bahwa waktu belum ditentukan.
Dan komunikasi dengan para partai oposisi hanya dilakukan melalui e-mail tanpa mengadakan satu pun sidang umum.
Hsu Ming-chun menanggapi bahwa awalnya ada rencana untuk memberikan penjelasan publik setelah pertukaran dokumen, tetapi pihak India lebih dulu mengumumkan berita tentang konferensi video pada tanggal 16 Februari 2024. Namun, dia menegaskan bahwa ke depannya akan lebih memperhatikan masalah terkait.