(Taiwan, ROC) --- Bintik hitam yang muncul di bibir tidak selalu merupakan tahi lalat. Dalam beberapa kasus, bintik-bintik tersebut bisa menjadi tanda masalah pencernaan, khususnya "Sindrom Peutz-Jeghers".
Seorang dokter baru-baru ini menangani pasien dengan bintik hitam di bibir dan gejala pencernaan yang tidak nyaman. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, pasien tersebut didiagnosis dengan Sindrom Peutz-Jeghers.
Sindrom Peutz-Jeghers adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh mutasi pada kromosom 19.
Karakteristik utama Sindrom Peutz-Jeghers meliputi, hiperpigmentasi pada kulit dan selaput lendir, yakni muncul bintik hitam di bibir, mulut, pipi, dan bahkan area anus.
Yang berikutnya adalah polip gastrointestinal multipel, pasien dengan sindrom ini memiliki risiko tinggi mengembangkan polip di perut dan usus. Polip ini dapat berkembang menjadi kanker.
Pasien dengan sindrom Peutz-Jeghers memiliki risiko kanker 90%, yang 12 kali lebih tinggi daripada orang normal.
Jika semakin banyak bintik hitam misterius muncul di bibir, maka waspadalah karena mungkin itu adalah tanda penyakit pencernaan! Seorang dokter spesialis gastroenterologi di Taiwan, Ye Bing-wei (葉秉威), mengungkapkan bahwa ia pernah menangani pasien dengan kelihan bintik hitam tidak jelas di bibir yang juga mengalami ketidaknyamanan pada perut. Setelah dilakukan pemeriksaan, terungkap bahwa pasien tersebut menderita “Sindrom Poliposis Peutz-Jeghers”.
Ye Bing-wei menjelaskan bahwa kondisi ini bisa muncul di dalam mulut, bibir, atau sisi dalam pipi, bahkan sekitar anus pun bisa terjadi penumpukan pigmen. Biasanya, bintik hitam ini muncul saat usia sekitar dua atau tiga tahun dan akan semakin jelas seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, diagnosis kondisi ini umumnya lebih banyak ditemukan pada orang muda.
圖/YAHOO台灣
Mutasi Gen pada Kromosom ke-19 Menyebabkan Pigmentasi Kulit Gelap, Sering Disertai dengan Perut Kembung dan Sakit
Dokter menjelaskan bahwa "Sindrom Poliposis Peutz-Jeghers" adalah penyakit genetik yang terkait dengan kromosom, disebabkan oleh mutasi gen pada kromosom ke-19. Tingkat kejadian penyakit ini relatif jarang, dengan satu dari 8.000 hingga 200.000 bayi yang lahir diperkirakan terdiagnosis, dengan insiden yang sama antara pria dan wanita. Sekitar setengah dari kasus ini memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa
Karakteristik utama "Sindrom Poliposis Peutz-Jeghers" mencakup pigmentasi melanin pada kulit dan membran mukosa, serta adanya berbagai tumor cacat pada saluran pencernaan, sering kali disertai dengan gejala seperti perut kembung, sakit perut, dan kehilangan selera makan.
Dokter bahkan menunjukkan bahwa risiko untuk berkembang menjadi kanker pada pasien bisa mencapai lebih dari 90%, yang berarti risiko tersebut setidaknya 12 kali lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum.

圖/台灣新聞
Jangan Abaikan Bintik Hitam pada Bibir, Dokter Ungkap Penyakit Genetik dengan "Risiko Tinggi Kanker"
Ye Bing-wei menegaskan bahwa bagian tubuh yang paling berisiko berkembang menjadi kanker sebenarnya bukan di sekitar mulut, melainkan lebih sering terjadi di usus besar, diikuti oleh pankreas. Bagi wanita, risiko kanker bisa muncul di payudara, sedangkan untuk kedua jenis kelamin, risiko juga ada pada organ reproduksi, seperti testis atau ovarium.
Meskipun Sindrom Peutz-Jeghers tergolong penyakit langka, tetapi risikonya untuk berkembang menjadi kanker sangatlah tinggi.
Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin bagi mereka yang memiliki gejala yang dicurigai atau memiliki riwayat keluarga dengan sindrom ini. Deteksi dini merupakan kunci utama untuk mencapai kesembuhan.

圖/台灣新聞