(Taiwan, ROC) – Mengenai Nota Kerja Sama (MoU) tenaga kerja migran yang baru-baru ini ditandatangani oleh Taiwan dan India, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada Jumat (1/3) mengemukakan, Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) dalam sebuah wawancara khusus dengan media India News X menyatakan bahwa India adalah negara demokrasi terbesar di dunia, rakyatnya rajin dan memiliki kualitas tenaga kerja yang tinggi. Sementara Taiwan, sebagai negara demokrasi yang sama, sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, tetapi menghadapi tantangan kekurangan tenaga kerja. Oleh karena itu, MoU ini akan memberikan lebih banyak kesempatan kerja sama bagi kedua belah pihak.
Menlu Joseph Wu (吳釗燮) menyampaikan, Taiwan berharap dapat memperkuat kerja sama dan pertukaran dalam bidang ekonomi, budaya, pendidikan, dan pertanian dengan India. India memiliki pasar yang luas dan potensi ekonomi yang kuat. Di tengah perlambatan pasar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang berkelanjutan, banyak perusahaan Taiwan yang merencanakan untuk keluar dari Negeri Tirai Bambu dan beralih ke negara lain. India merupakan pasar yang sangat baik bagi perusahaan-perusahaan Taiwan. Selain itu, India sedang aktif mengembangkan industri semikonduktor, sementara Taiwan memiliki kekuatan besar dalam industri semikonduktor global. Menlu Joseph Wu (吳釗燮) meyakini bahwa kedua belah pihak memiliki ruang kerja sama yang besar.
Menlu Joseph Wu (吳釗燮) menuturkan, saat ini ada sekitar 2700 profesional teknologi tinggi yang datang bekerja di Taiwan, sementara sebanyak 500 peneliti sedang melakukan penelitian pascadoktoral di Taiwan, dan kedepannya diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam pengembangan industri semikonduktor di India. Pemerintah Taiwan secara aktif memberikan bantuan kepada perusahaan-perusahaan Taiwan yang tertarik untuk berinvestasi di India, dan berharap ke depannya dapat menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan India guna memperdalam hubungan perdagangan bilateral kedua belah pihak.